Gunung Merapi Alami 14 Kali Guguran Lava, BPPTKG Ingatkan Warga Antisipasi Gangguan Abu Vulkanik

Kondisi Gunung Merapi Minggu 4 Januari 2026 pagi. (Tagana DIY/CCTV Tagana DIY)
Kondisi Gunung Merapi Minggu 4 Januari 2026 pagi. (Tagana DIY/CCTV Tagana DIY)
0 Komentar

AKTIVITAS vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, gunung api teraktif di Indonesia itu mengalami 14 kali guguran lava pada Minggu (4/1/2026) pagi.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan periode pukul 00.00–06.00 WIB, guguran lava Merapi terpantau meluncur ke arah barat daya.

“Teramati 14 kali guguran lava ke arah barat daya, yakni melalui Kali Sat/Putih dan Kali Krasak, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Berdasarkan pemantauan, kondisi cuaca di sekitar puncak Gunung Merapi terpantau mendung dengan angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 19,7–20,9 derajat Celsius, sementara tingkat kelembapan mencapai 74,2–83 persen. Tekanan udara tercatat berada di kisaran 873,1–916,5 mmHg.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, tanpa teramati asap kawah selama periode pengamatan.

Dari sisi kegempaan, BPPTKG mencatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–25 mm dan durasi 34,76–129,92 detik. Selain itu, terekam pula 19 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–26 mm, yang menunjukkan aktivitas magma masih berlangsung.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih berada pada Level III (Siaga). BPPTKG menegaskan potensi bahaya masih berupa guguran lava dan awan panas guguran, khususnya ke sektor selatan hingga barat daya.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya serta mewaspadai lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan,” kata Agus.

BPPTKG juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi potensi gangguan abu vulkanik. Evaluasi dan peninjauan ulang status Gunung Merapi akan dilakukan apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.

0 Komentar