Gantikan Nicolas Maduro, Delcy Rodriguez: Putri Gerilyawan Marxis yang Terlibat Penculikan Pengusaha Amerika

Delcy Rodriguez
Delcy Rodriguez
0 Komentar

Rodríguez berulang kali mengatakan bahwa Maduro adalah “satu-satunya presiden” Venezuela, dan bahkan teks di televisi pemerintah Venezuela menyebutnya sebagai wakil presiden. Setelah pidatonya selesai, stasiun televisi pemerintah segera mengatakan bahwa Rodríguez, sebagai wakil presiden, baru saja memperjelas bahwa Maduro tetap menjadi presiden Venezuela.

Rodríguez mulai dikenal luas setelah Maduro menjadi presiden pada tahun 2013, menyusul kematian Hugo Chávez, pendiri gerakan politik Bolivarian Venezuela, yang memadukan cita-cita sayap kiri dan nasionalis.

Maduro menunjuknya sebagai menteri komunikasi, sebelum kemudian menunjuknya sebagai menteri luar negeri, wanita pertama yang memegang jabatan tersebut di Venezuela.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Bolak-balik antara ibu kota Amerika Latin, ia sering tampak menikmati perseteruan dengan para pemimpin konservatif.

Pemilik nama lengkap Delcy Eloina Rodriguez Gomez ini, punya latar belakang sebagai pengacara, diplomat, juga politikus. Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Venezuela sejak 2018. Rodriguez tumbuh dari tradisi politik kiri Venezuela.

Rodríguez merupakan kader lama Partai Sosialis Bersatu Venezuela atau Partido Socialista Unido de Venezuela (PSUV). Partai ini didirikan oleh mendiang Hugo Chávez dan menjadi tulang punggung pemerintahan Nicolas Maduro. Melalui PSUV, Delcy Rodríguez meniti karier politiknya hingga menempati berbagai posisi strategis negara.

Hubungan Delcy Rodríguez dengan Nicolás Maduro tergolong sangat dekat. Ia termasuk pejabat yang paling dipercaya Maduro, terutama dalam urusan politik luar negeri, komunikasi, dan konsolidasi kekuasaan.

Sosok ini pernah bertugas sebagai Menteri Luar Negeri Venezuela dalam rentang 2014–2017. Ia adalah wajah utama pemerintahan Maduro dalam menghadapi tekanan internasional, sanksi ekonomi, serta kritik terkait pelanggaran HAM di Venezuela.

Pada Juni 2018, Maduro yang sukses memenangi pemilu, mengangkat Delcy Rodriguez sebagai Wakil Presiden Venezuela. Rodriguez menggantikan peran Tareck El Aissami yang sebelumnya bertugas dalam rentang 2017 hingga 2018.

Sebagai orang nomor dua di negara tersebut, Rodriguez sering tampil membela Maduro di tengah krisis ekonomi, protes sosial, dan isolasi diplomatik. Ia juga menjadi salah satu pejabat Venezuela yang dikenai sanksi internasional oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Kanada.

0 Komentar