Delcy Rodiguez Yakin Tujuan Operasi AS Rebut Minyak Venezuela: Kami Siap Jaga Sumber Daya Alam

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez
Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez
0 Komentar

WAKIL Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez mengatakan bahwa dirinya telah mengadakan rapat dewan pertahanan negara itu menyusul serangan AS. Dalam serangan tersebut, AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

“Kami telah mengadakan pertemuan Dewan Pertahanan,” kata Rodriguez pada Sabtu (3/1/2026).

Rodriguez meyakini, tujuan operasi AS adalah untuk melakukan kudeta dan merebut sumber daya alam atau minyak Venezuela. “Kami siap mempertahankan Venezuela, kami siap menjaga sumber daya alam kami, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan nasional,” imbuh dia.

Dewan tersebut juga meliputi Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Presiden Kamar Konstitusi Mahkamah Agung Caryslia Rodriguez, Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez, dan tokoh-tokoh penting lainnya.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Rodriguez juga menegaskan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro tetap menjadi satu-satunya pemimpin negara tersebut. “Hanya ada satu presiden di negara ini, namanya Nicolas Maduro Moros,” kata wapres.

Wapres Rodriguez juga mendesak agar Presiden Maduro dan istrinya, Silia Flores, dikembalikan ke Caracas. Ia mengatakan, apa yang terjadi pada Venezuela pada Sabtu bisa saja terjadi pada negara mana pun di kawasan ini.

“Kami meminta negara-negara di Tanah Air yang Agung untuk bersatu. Apa yang dilakukan terhadap Venezuela hari ini bisa terjadi pada negara mana pun di kawasan. Penggunaan kekuatan ini bisa diarahkan ke negara mana pun,”kata wapres.

Presiden Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026), mengumumkan AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri.

Media setempat melaporkan sejumlah ledakan di Caracas. Operasi militer tersebut diklaim dilakukan anggota unit elite Delta Force.

Otoritas Venezuela mengaku belum mengetahui keberadaan Maduro dan meminta AS untuk memberikan bukti bahwa ia masih hidup. Trump kemudian menerbitkan sebuah foto yang diklaimnya memperlihatkan Maduro berada di atas kapal AS.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencananya untuk mengajukan banding ke organisasi internasional atas tindakan Washington dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengelar rapat darurat yang membahas serangan AS ke Venezuela.

0 Komentar