Meski CIA memainkan peran penting dalam perencanaan dan dukungan intelijen, surat kabar itu menegaskan bahwa misi penangkapan tersebut merupakan operasi militer yang dijalankan oleh pasukan operasi khusus Angkatan Bersenjata AS, dan bukan operasi yang berada langsung di bawah kendali CIA.
Sementara itu, situs berita Axios, mengutip sumbernya, melaporkan bahwa CIA telah menempatkan tim di Venezuela sejak Agustus lalu untuk memfasilitasi penangkapan Maduro.
Ibu kota Venezuela, Caracas, dilaporkan diguncang serangkaian ledakan pada Sabtu dini hari, sebelum Amerika Serikat mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela tersebut.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan kepemimpinannya. Trump juga mengonfirmasi bahwa Presiden Nicolás Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela dalam sebuah operasi yang dilakukan bersama aparat penegak hukum AS.
