Temuan awal menunjukkan bahwa flashover menyebabkan setidaknya satu ledakan, menurut pernyataan kanton tersebut.
Area di sekitar bar, di jalan utama kota ski, ditutup dan zona larangan terbang diberlakukan. Sepanjang malam, pusat perawatan didirikan untuk mendukung para korban luka dan keluarga korban.
Presiden Swiss Guy Parmelin mengatakan kepada surat kabar Le Temps bahwa banyak warga negara asing hadir di bar tersebut. Ia mengatakan tidak akan berspekulasi sebelum hasil investigasi keluar, tetapi berjanji akan ada konsekuensi bagi siapa pun yang terbukti bertanggung jawab.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Dalam konferensi pers Kamis, ia menggambarkan kebakaran itu sebagai salah satu tragedi terburuk dalam sejarah negara tersebut.
Banyak korban luka menderita luka bakar parah dan signifikan, kata para pejabat Valais. Stéphane Ganzer, kepala departemen keamanan kanton, mengatakan kepada radio Prancis RTL pada Jumat bahwa antara 80 dan 100 korban luka berada dalam kondisi kritis.
Tahirys Dos Santos, pemain muda berusia 19 tahun dari klub sepak bola FC Metz Prancis, menderita luka bakar parah dalam kebakaran tersebut dan diterbangkan ke Jerman untuk perawatan. Demikian konfirmasi klubnya pada Kamis. Agennya mengatakan kepada BFMTV pada Jumat bahwa Dos Santos menderita luka bakar di 30 persen tubuhnya.
Seorang warga Australia juga termasuk di antara korban luka, kata Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dalam pernyataan kepada The Washington Post.
Sekitar 60 orang dirawat di Rumah Sakit Valais di beberapa lokasi dan sekitar 60 orang dipindahkan ke rumah sakit lain. Ini termasuk dua pusat Swiss yang khusus menangani luka bakar parah dengan lebih dari 20 persen area permukaan tubuh yang terkena, yaitu Rumah Sakit Universitas Lausanne dan Rumah Sakit Universitas Zurich. Demikian pernyataan Dewan Negara Bagian Valais dalam siaran pers.
Pihak berwenang Swiss berkoordinasi dengan negara-negara tetangga untuk memfasilitasi perawatan medis. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan pusat perawatan luka bakar di Rumah Sakit Niguarda, Milan, disiapkan untuk merawat para korban. “Prancis menyediakan 19 tempat tidur rumah sakit untuk korban luka bakar,” kata Menteri Kesehatan Stéphanie Rist pada Kamis.
