Serangan Skala Besar Amerika Serikat ke Venezuela dan Klaim Presiden Maduro Diculik AS, Ini Respons Indonesia

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang (MOFA)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang (MOFA)
0 Komentar

INDONESIA mendorong semua pihak untuk mengutamakan langkah perdamaian di tengah serangan berskala besar Amerika Serikat ke Venezuela dan klaim bahwa Presiden Nicolas Maduro telah diculik AS dalam agresi tersebut.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X, dikutip Antara pada Sabtu 3 Januari 2026.

Indonesia mengingatkan supaya perlindungan terhadap kalangan warga sipil selalu diutamakan di tengah eskalasi situasi yang terjadi di negara Amerika Selatan tersebut.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Indonesia juga menegaskan bahwa hukum internasional serta prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus senantiasa dihormati oleh semua pihak.

Dalam kesempatan terpisah, Yvonne Mewengkang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, mengatakan pihaknya memantau perkembangan untuk memastikan keselamatan warganya di Venezuela.

“Indonesia juga menyerukan kepada semua pihak terkait untuk memprioritaskan penyelesaian damai melalui de-eskalasi dan dialog, sambil memprioritaskan perlindungan warga sipil, seperti dilansir CNBC.

Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI memastikan kondisi WNI di Venezuela tetap aman di tengah serangan AS ke Venezuela. KBRI Caracas terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela serta memantau secara aktif kondisi dan keselamatan seluruh WNI di negara tersebut.

“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” kata Kemlu RI.

Rakyat Venezuela dikejutkan dengan sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah negara itu pada Sabtu dini hari di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, media setempat melaporkan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di ibu kota Caracas dan sirene serangan udara terdengar. Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, lewat unggahan di Telegram, menyatakan bahwa Republik Bolivarian Venezuela menolak dan mengutuk tindakan agresi militer terang-terangan oleh AS terhadap wilayah dan rakyat Venezuela.

0 Komentar