Konten kreator Virdian Aurellio melaporkan mengalami ancaman berulang, peretasan akun media sosial, hingga gangguan terhadap anggota keluarganya.
Teror ini muncul setelah ia mengunggah konten yang menyoroti tanggung jawab negara dalam mitigasi bencana dan perlindungan warga terdampak di Sumatra.
Yama Carlos Terima Ancaman Usai Kritik Pemerintah
Aktor dan kreator konten Yama Carlos turut menjadi sasaran intimidasi. Ancaman diterimanya setelah mengunggah video kritik dan satire terkait respons pejabat pemerintah dalam menangani bencana Sumatra.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Kasus ini menunjukkan bahwa teror tidak hanya menyasar aktivis, tetapi juga figur publik dari dunia hiburan yang bersuara kritis.
Pitengz (@piteng2.0) Alami Doxing dan Pembajakan SIM Card
Konten kreator TikTok Pitengz atau Oposipit (@piteng2.0) melaporkan teror serius berupa doxing, peretasan akun, dan pembajakan SIM card.
Dalam pengakuannya, ia menyebut bahwa ibu dan adiknya turut menjadi korban. Bahkan, ponsel adiknya diretas dan digunakan untuk menyebarkan video asusila ke grup belajar.
“Aku ditelepon pakai nomor WhatsApp ibu yang sudah diretas. Dia minta aku hapus konten satu bulan terakhir,” ungkap Pitengz.
Axel Christian Diduga Alami Tekanan Usai Konten Viral
Nama Axel Christian (@acjoo) juga menjadi perbincangan setelah ia mengunggah permintaan maaf di Instagram pada 14 Desember 2025.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah kontennya yang mengkritik Kementerian Sosial pascabencana Sumatra viral. Warganet menduga adanya tekanan atau intimidasi, meski belum ada klarifikasi resmi.
Ancaman Serius bagi Kebebasan Berpendapat
Rentetan teror terhadap konten kreator dan aktivis pengkritik pemerintah ini memicu kecaman luas. Publik menilai aksi intimidasi tersebut sebagai ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi, demokrasi, dan hak warga negara.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi masyarakat yang menyampaikan kritik, khususnya dalam isu krusial seperti penanganan bencana dan kemanusiaan di Sumatra.
