Mantan Kepala Intelijen Militer Kyrylo Budanov Jadi Kepala Staf Kepresidenan Baru Zelensky

Kyrylo Budanov
Kyrylo Budanov
0 Komentar

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk kepala intelijen militer, Kyrylo Budanov, sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang baru.

Langkah ini diambil hanya berselang satu bulan setelah ajudan utamanya terdahulu mengundurkan diri di tengah pusaran skandal korupsi yang mengguncang Kyiv.

Budanov, 39, sebelumnya memimpin badan intelijen militer (HUR). Penunjukan itu menandakan pergeseran strategi Zelensky untuk memperkuat aspek keamanan nasional di tengah invasi Rusia yang masih berlangsung.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

“Saat ini, Ukraina membutuhkan fokus yang lebih besar pada isu-isu keamanan, pengembangan pasukan pertahanan dan keamanan Ukraina, serta pada jalur negosiasi diplomatik,” tulis Zelensky melalui unggahan di media sosial, Jumat (2/1/2026).

Zelensky menambahkan Budanov memiliki keahlian khusus di bidang tersebut. “Kyrylo memiliki pengalaman spesialis di bidang ini dan kekuatan yang cukup untuk memberikan hasil,” tegasnya.

Selain posisi Kepala Staf, Zelensky juga mengumumkan rencana penggantian Menteri Pertahanan Denys Shmyhal. Posisi strategis tersebut akan diisi Mykhaylo Fedorov, 34, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Transformasi Digital.

Fedorov, menteri termuda dalam pemerintahan Ukraina, dikenal sukses mengembangkan Diya, platform layanan pemerintah digital terpusat. Zelensky menyebut Fedorov sangat terlibat dalam pengembangan drone dan akan ditugaskan untuk memperkuat struktur kementerian serta melatih lebih banyak operator drone tempur.

Sementara itu, posisi Budanov di badan intelijen akan digantikan Oleh Ivashchenko, 56, mantan kepala intelijen luar negeri.

Perombakan besar-besaran ini terjadi setelah Andriy Yermak, Kepala Staf sebelumnya yang sangat berpengaruh, mengundurkan diri pada 28 November lalu. Pengunduran diri Yermak menyusul penggeledahan rumahnya oleh badan antikorupsi Ukraina (NABU).

Meski Yermak belum didakwa melakukan kesalahan, penyelidik tengah mendalami dugaan skandal penggelapan dana sebesar US$100 juta di sektor energi, termasuk perusahaan nuklir negara, Enerhoatom. Skandal ini sempat mengguncang posisi Zelensky dan memperumit posisi tawar Ukraina dalam negosiasi damai yang dipimpin Amerika Serikat.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

Penunjukan Jenderal Budanov dinilai banyak pihak sebagai upaya Zelensky untuk menempatkan kantor kepresidenan dalam “status siaga perang” yang lebih transparan dan fokus pada pertahanan. Zelensky pun telah menginstruksikan Budanov untuk segera memperbarui dokumen strategis mengenai landasan pertahanan Ukraina.

0 Komentar