Ledakan di Pangkalan Udara La Carlota dan Kawasan Militer Fuerte Tiana, Menlu Venezuela: Agresi Militer Serius

Lokasi geografis foto yang menunjukkan kerusakan pada pangkalan militer Fuerte Tiuna di Caracas, Venezuela. Pe
Lokasi geografis foto yang menunjukkan kerusakan pada pangkalan militer Fuerte Tiuna di Caracas, Venezuela. (X)
0 Komentar

ESKALASI ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela mencapai titik puncak setelah militer AS melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah instalasi militer di Ibu Kota Caracas dan sekitarnya pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social. Trump menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap oleh pasukan khusus Delta Force dan diterbangkan keluar dari Venezuela.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya,” tulis Trump. Pejabat AS menyebut serangan ini adalah bagian dari kampanye tekanan terhadap pemerintahan Maduro yang dituduh terlibat dalam jaringan kriminal internasional.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Saksi mata di Ibu Kota Caracas melaporkan rentetan ledakan mulai terdengar sekitar pukul 02.00 pagi. Pangkalan udara La Carlota di pusat kota dan pangkalan militer Fuerte Tiuna–yang selama ini dikenal sebagai kediaman Maduro–menjadi target utama.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal membubung dari hanggar militer, sementara sirene serangan udara terus meraung. Dampak serangan juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa wilayah ibu kota, meski aktivitas kendaraan dilaporkan masih terlihat beberapa jam setelah kejadian.

Media AS, CBS News dan Fox News, melaporkan bahwa pejabat pemerintahan Trump yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa pasukan AS terlibat.

Menanggapi serangan ini, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengeluarkan tuntutan keras kepada pemerintah AS untuk menunjukkan ‘bukti hidup’ (proof of life) atas Presiden Maduro dan istrinya. Rodriguez mempertanyakan keberadaan mereka.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengutuk tindakan tersebut sebagai “agresi militer yang sangat serius” dan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB. Ia menegaskan bahwa serangan ini tidak hanya mengancam stabilitas Venezuela, tetapi juga perdamaian di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

“Venezuela menolak dan mengecam di hadapan komunitas internasional atas agresi militer yang dilakukan pemerintah AS terhadap wilayah dan rakyat kami,” ujar Gil dalam pernyataan resminya.

Pemerintah Venezuela kini telah menetapkan status keadaan darurat nasional dan memobilisasi kekuatan pertahanan. Meskipun AS bersikeras bahwa operasi ini bertujuan menghentikan operasi kriminal dan bukan menyerang warga sipil, pihak Caracas menyebutnya sebagai upaya paksa perubahan rezim (regime change).

0 Komentar