Update Korban Kebakaran Resor Ski Mewah Crans Montana Swiss: 40 Tewas

Kebakaran hebat melanda Bar Le Constellation di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss. Sebanyak 40 orang tewas
Kebakaran hebat melanda Bar Le Constellation di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss. Sebanyak 40 orang tewas dan ratusan luka-luka saat merayakan pergantian tahun.(Media Sosial X)
0 Komentar

PERAYAAN malam tahun baru di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, berubah menjadi tragedi memilukan. Sebuah kebakaran hebat menghanguskan sebuah bar yang dipenuhi pengunjung muda pada Kamis (1/1) dini hari. Kebakaran ini mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-lukanya.

Pihak kepolisian setempat melaporkan api berkobar di Bar Le Constellation saat para pengunjung sedang merayakan pergantian tahun. Saksi mata menggambarkan suasana mencekam ketika para remaja dan turis berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api.

Komandan Polisi kanton Wallis, Frederic Gisler, mengonfirmasi skala tragedi ini. “Pihak berwenang telah mendata sekitar 40 orang tewas dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar mengalami luka serius,” ungkapnya kepada awak media.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Beberapa saksi mata menyebutkan api bermula dari hal sepele. Dua pengunjung asal Prancis, Emma dan Albane, menceritakan “lilin ulang tahun” yang diletakkan di atas botol sampanye diduga mengenai langit-langit ruangan.

“Beberapa detik kemudian, seluruh langit-langit terbakar,” ujar salah satu dari mereka. Diperkirakan ada sekitar 200 orang di dalam lokasi saat kejadian, mayoritas berusia antara 15-20 tahun.

Saksi lain, Alexis Lagger, 18, mengaku sangat terguncang melihat orang-orang berlarian menembus api. “Orang-orang menggunakan kursi untuk mencoba memecahkan jendela agar bisa keluar,” tuturnya.

Presiden Swiss yang baru menjabat, Guy Parmelin, menyebut peristiwa ini sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negaranya. “Ini merupakan musibah dengan proporsi yang mengerikan dan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Parmelin. Sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, pemerintah menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama lima hari.

Proses identifikasi korban diperkirakan memakan waktu berhari-hari karena banyaknya turis mancanegara yang menjadi korban. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, melaporkan sekitar 15 warga Italia terluka dan sejumlah lainnya masih hilang. Prancis juga mengonfirmasi warganya turut menjadi korban dalam insiden ini.

Meskipun sempat terdengar suara ledakan keras yang memicu spekulasi, Jaksa Utama Wallis, Beatrice Pilloud, menegaskan ledakan tersebut disebabkan api, bukan sebaliknya. “Sama sekali tidak ada indikasi serangan teroris,” tegas Pilloud.

Saat ini, para korban luka telah dievakuasi ke unit luka bakar spesialis di Zurich, Lausanne, dan Jenewa. Bantuan medis juga mulai mengalir dari negara tetangga dan Uni Eropa untuk menangani para korban yang kritis. Tragedi ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum Crans-Montana dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia Ski pada akhir Januari mendatang.

0 Komentar