Terungkap Gesekan Arab Saudi-Uni Emirat Arab di Provinsi Hadramout dan Al Mahrah Yaman

Peta kawasan Timur Tengah terlihat jelas perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. (Lara Jameson-Pexels)
Peta kawasan Timur Tengah terlihat jelas perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. (Lara Jameson-Pexels)
0 Komentar

Meskipun ada peringatan dari Saudi, STC dan sekutunya mengeluarkan pernyataan yang mendukung kehadiran UEA, bahkan ketika pihak lain yang bersekutu dengan Arab Saudi menuntut pasukan UEA mundur dari Yaman dalam waktu 24 jam.

Usai peristiwa pengeboman itu Kementerian Pertahanan (Kemhan) UEA mengatakan akan menarik sisa pasukannya yang ada di Yaman.

Kemhan UEA mengatakan pasukan yang ada di Yaman saat ini ialah personel khusus. Mereka menjalankan misi kontra-terorisme yang berkoordinasi dengan mitra internasional terkait.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

“Mengingat perkembangan terkini dan potensi implikasinya terhadap keselamatan dan efektivitas misi kontra-terorisme, Kementerian Pertahanan mengumumkan penghentian sementara personel kontra-terorisme yang tersisa di Yaman atas kemauan sendiri, dengan cara yang menjamin keselamatan personelnya dan berkoordinasi dengan mitra terkait,” demikian keterangan tersebut dikutip dari akun resmi Kemhan UEA di X, Rabu (31/12).

Dalam keterangan itu, Kemhan UEA juga menjelaskan sejak 2015 negaranya merupakan bagian dari Koalisi Arab dalam mendukung legitimasi di Yaman. UEA mendukung upaya internasional untuk memerangi organisasi teroris, dan mengejar keamanan dan stabilitas bagi rakyat Yaman. UEA mengeklaim telah melakukan pengorbanan besar dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Menurut Kemhan militer UEA telah ditarik dari Yaman sejak 2019 setelah menyelesaikan misi yang ditugaskan dalam kerangka kerja resmi yang disepakati. Maka itu yang tersisa di Yaman ialah personel khusus sebagai bagian dari upaya kontra-terorisme. Kini UEA memastikan personel tersebut juga akan ditarik.

“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa langkah ini diambil dalam konteks penilaian komprehensif terhadap kebutuhan fase saat ini, dan sejalan dengan komitmen Uni Emirat Arab serta perannya dalam mendukung keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut,” pungkas Kemhan UEA.

Sementara, tanggapan Kemlu RI memastikan terus memantau situasi konflik yang terjadi di Yaman. Khususnya keamanan di Hadramout dan Al-Mahra.

Hadramout adalah wilayah terbesar di Yaman yang kaya minyak. Bagi Indonesia, stabilitas di Hadramout sangat krusial mengingat wilayah ini, khususnya Kota Tarim, merupakan pusat pendidikan agama bagi ribuan pelajar asal Tanah Air yang hingga kini masih menuntut ilmu di sana.

0 Komentar