KEMENTERIAN Luar Negeri Republik Somaliland yang memproklamasikan diri, menolak klaim bahwa pemerintahnya menyetujui penerimaan warga Palestina dan pendirian pangkalan militer sebagai imbalan atas pengakuan Israel.
Sebelumnya, Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan dalam wawancara dengan Al Jazeera bahwa berdasarkan informasi intelijen Somalia, Israel sepakat mengakui Somaliland dengan tiga syarat, yakni pemukiman kembali warga Palestina, pendirian pangkalan militer di Teluk Aden, serta kepatuhan terhadap Perjanjian Abraham terkait normalisasi hubungan dengan Israel.
“Kami dengan tegas menolak klaim palsu yang disampaikan Presiden Somalia terkait dugaan pemukiman kembali warga Palestina atau pendirian pangkalan militer di Somaliland,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Somaliland, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Kementerian tersebut menegaskan bahwa hubungan Somaliland dengan Israel bersifat murni diplomatik dan dijalankan sesuai dengan hukum internasional. Sementara itu, lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan dengan mengutip sejumlah sumber bahwa Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdilahi berencana mengunjungi Israel pada Januari dan mengumumkan bergabungnya negara itu dalam Perjanjian Abraham.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah perjanjian bilateral tambahan juga direncanakan untuk ditandatangani di berbagai bidang, termasuk pertanian, pertambangan dan minyak, keamanan, infrastruktur, serta pariwisata. Menurut laporan tersebut, kunjungan Abdilahi ke Israel kemungkinan berlangsung pekan depan. Disebutkan pula bahwa pemimpin republik yang memproklamasikan diri tersebut pernah melakukan kunjungan rahasia ke Israel sebelumnya.
Pada 26 Desember, Israel secara resmi mengakui Somaliland, sebagai sebuah negara yang diakui secara terbatas dan memisahkan diri dari Somalia pada 1990-an. Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan Abdilahi menandatangani deklarasi pengakuan bersama. Dengan langkah tersebut, Israel menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland.
Somalia tidak lagi menjadi negara persatuan pada 1991 setelah jatuhnya diktator Siad Barre, ketika Puntland dan Somaliland menyatakan kemerdekaan mereka. Komunitas internasional saat ini mengakui Pemerintah Federal Somalia yang menguasai ibu kota Mogadishu dan sebagian wilayah negara tersebut.
