Pemerintah sipil Iran di bawah Presiden reformis Masoud Pezeshkian telah mencoba memberi sinyal bahwa mereka ingin bernegosiasi dengan para demonstran. Namun, Pezeshkian mengakui bahwa tidak banyak yang dapat ia lakukan karena mata uang rial Iran telah terdepresiasi dengan cepat, dengan USD1 sekarang berharga sekitar 1,4 juta rial.
Sementara itu, televisi pemerintah secara terpisah melaporkan penangkapan tujuh orang, termasuk lima orang yang digambarkan sebagai pendukung monarki dan dua orang lainnya yang dikatakan memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok yang berbasis di Eropa. Televisi pemerintah juga mengatakan operasi lain yang dilakukan pasukan keamanan menyita 100 pistol selundupan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Rezim teokrasi Iran telah menyatakan hari Rabu sebagai hari libur nasional.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Hari libur nasional dirayakan di sebagian besar wilayah negara itu, dengan alasan cuaca dingin, kemungkinan sebagai upaya untuk mengajak orang-orang keluar dari ibu kota untuk liburan akhir pekan yang panjang. Akhir pekan di Iran adalah hari Kamis dan Jumat, sementara hari Sabtu menandai hari ulang tahun Imam Ali, hari libur lain bagi banyak orang.
