Protes Massa atas Runtuhnya Ekonomi Iran Telan Korban 6 Tewas

Sebuah video menunjukkan para pengunjuk rasa anti-rezim berbaris di Isfahan, Iran, 1 Januari 2025. (Tangkapan
Sebuah video menunjukkan para pengunjuk rasa anti-rezim berbaris di Isfahan, Iran, 1 Januari 2025. (Tangkapan layar X)
0 Komentar

Di Lordegan, sebuah kota di provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari Iran, video daring menunjukkan para demonstran berkumpul di jalan, dengan suara tembakan di latar belakang. Rekaman tersebut sesuai dengan ciri-ciri Lordegan yang dikenal, sekitar 290 mil selatan Teheran.

Fars, mengutip seorang pejabat anonim, mengatakan dua orang tewas selama protes pada hari Kamis.

Pusat Hak Asasi Manusia Abdorrahman Boroumand di Iran yang berbasis di Washington mengatakan dua orang tewas di sana, mengidentifikasi korban tewas sebagai demonstran. Mereka juga membagikan gambar diam yang tampak seperti seorang petugas polisi Iran, mengenakan rompi antipeluru dan memegang senapan.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Pada 2019, daerah sekitar Lordegan menyaksikan protes yang meluas dan para demonstran dilaporkan merusak gedung-gedung pemerintah setelah sebuah laporan mengatakan bahwa orang-orang di sana telah terinfeksi HIV melalui jarum suntik yang terkontaminasi yang digunakan di klinik perawatan kesehatan setempat.

Sebuah demonstrasi terpisah pada Rabu malam dilaporkan menyebabkan kematian seorang sukarelawan berusia 21 tahun di pasukan paramiliter Garda Revolusi Basij.

Kantor berita IRNA yang dikelola negara melaporkan kematian anggota Garda tersebut tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Sebuah kantor berita Iran bernama Student News Network, yang diyakini dekat dengan Basij, secara langsung menyalahkan para demonstran atas kematian anggota Garda tersebut, mengutip komentar dari Saeed Pourali, seorang wakil gubernur di provinsi Lorestan.

Anggota Garda tersebut “menjadi martir di tangan para perusuh selama protes di kota ini untuk membela ketertiban umum,” katanya. Sebanyak 13 anggota Basij dan petugas polisi lainnya mengalami luka-luka, tambahnya.

“Protes yang terjadi disebabkan oleh tekanan ekonomi, inflasi, dan fluktuasi mata uang, dan merupakan ekspresi dari kekhawatiran akan mata pencaharian,” kata Pourali.

“Suara warga harus didengar dengan cermat dan bijaksana, tetapi masyarakat tidak boleh membiarkan tuntutan mereka ditekan oleh individu yang mencari keuntungan,” imbuh Pourali.

Protes tersebut terjadi di kota Kouhdasht, lebih dari 250 mil barat daya Teheran. Jaksa setempat, Kazem Nazari, mengatakan 20 orang telah ditangkap setelah protes dan ketenangan telah kembali ke kota tersebut, lapor kantor berita Mizan milik kehakiman.

0 Komentar