Kedutaan Besar Spanyol Minta ke Basarnas Lanjut Cari Pelatih Valencia dan Anaknya di Labuan Bajo

Petugas SAR gabungan mengevakuasi kantong berisi jenazah korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Bara
Petugas SAR gabungan mengevakuasi kantong berisi jenazah korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/ (Humas Polres Manggarai Barat)
0 Komentar

Henry menambahkan proses penegakan hukum atas kelalaian pelayanan kapal wisata yang tenggelam sudah pasti akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kejadian seperti itu diharapkan tidak terulang. Menurut dia, kapal tenggelam seharusnya tidak terjadi jika mempertimbangkan kondisi alam.

“Polri berkomitmen untuk menangani setiap peristiwa kecelakaan laut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyidikan dilakukan untuk mengungkap fakta secara objektif serta menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau tindak pidana dalam kejadian ini,” kata dia.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah menambah daftar kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo. Sepanjang 2024 hingga akhir 2025, tercatat sedikitnya 15 insiden kecelakaan kapal wisata di wilayah ini.

Sebagian besar kecelakaan terjadi di sekitar perairan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan teknis kapal. Beberapa insiden yang pernah terjadi di antaranya kapal wisata Raja Bintang 02 tenggelam pada Maret 2025, Phinisi Budi Utama pada Juni 2024, kecelakaan di rute Labuan Bajo–Pulau Padar pada Agustus 2024, serta kapal pinisi Dewi Anjani pada Desember 2025.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, kapal wisata semi phinisi KM Putri Sakinah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Dalam kondisi tidak dapat bermanuver, kapal kemudian dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di Perairan Selat Padar.

Kondisi cuaca dan gelombang laut saat kejadian diduga turut memperparah situasi, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan mandiri oleh awak kapal dan penumpang. Dalam peristiwa itu, tujuh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Satu orang korban ditemukan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.

0 Komentar