Terungkap Gesekan Arab Saudi-Uni Emirat Arab di Provinsi Hadramout dan Al Mahrah Yaman

Peta kawasan Timur Tengah terlihat jelas perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. (Lara Jameson-Pexels)
Peta kawasan Timur Tengah terlihat jelas perbatasan Arab Saudi dengan Yaman. (Lara Jameson-Pexels)
0 Komentar

PERSELISIHAN antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) terjadi dalam konflik di Provinsi Hadramout dan Al-Mahrah, Yaman. Saudi kecewa dengan UEA yang menekan pasukan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) untuk melakukan operasi militer di wilayah selatan Yaman yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Langkah itu dinilai sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Saudi, sekaligus membahayakan stabilitas Yaman dan kawasan.

Arab Saudi juga merujuk pada pergerakan kapal yang membawa senjata dan kendaraan lapis baja dari Pelabuhan Al-Fujairah (UEA) menuju Pelabuhan Al-Mukalla (Hadramout, Yaman), yang disebut dilakukan tanpa persetujuan resmi Komando Gabungan Pasukan Koalisi pimpinan Arab Saudi.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Adapun koalisi itu dibentuk pada 2015, beranggotakan antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Kuwait, dan Mesir. Namun, seiring berjalannya waktu, partisipasi aktif negara-negara tersebut berubah-ubah, dengan Arab Saudi tetap sebagai pemegang komando utama.

Lebih lanjut Saudi mengatakan, langkah-langkah yang diambil UEA di Yaman tersebut sangat berbahaya, tidak sejalan dengan prinsip-prinsip Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, serta tidak mendukung tujuan koalisi dalam menciptakan keamanan dan stabilitas di negara tersebut.

Dalam rilis itu, Arab Saudi menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya merupakan garis merah, dan Saudi tidak akan ragu mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menghadapi dan menetralisasi ancaman tersebut.

Meski demikian, Saudi menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan, stabilitas, dan kedaulatan Yaman, serta menyatakan dukungan penuh kepada Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman dan pemerintah Yaman yang sah.

Saudi juga menilai isu Yaman Selatan sebagai persoalan yang memiliki dimensi historis dan sosial, yang hanya dapat diselesaikan melalui dialog politik komprehensif dengan melibatkan seluruh pihak Yaman, termasuk Dewan Transisi Selatan.

Saudi mengambil tindakan terkait kiriman senjata UEA di Yaman yang sebelumnya disorot. Kiriman yang berada di pelabuhan Mukalla itu kemudian dibom oleh Saudi karena diduga senjata tersebut untuk digunakan pasukan separatis.

Mengutip Associated Press (AP), pemboman tersebut menyusul ketegangan selama berhari-hari atas gerak maju pasukan separatis yang dikenal sebagai Dewan Transisi Selatan (STC), yang didukung oleh UEA.

0 Komentar