Menatap ke Arah Eropa Menuju Tanduk Afrika

Selat Bab al-Mandeb
Selat Bab al-Mandeb
0 Komentar

Dinamika saat ini menunjukkan eskalasi Houthi yang memaksa kapal untuk mengubah rute di sekitar Afrika, menambah 14 hari dan miliaran biaya sambil mengekspos kerentanan Eropa terhadap aktor non-negara dan konflik proksi. Sementara itu, kekuatan Teluk yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab mengkonsolidasikan pengaruh di Tanduk Afrika, menyeimbangkan melawan Iran sambil melakukan lindung nilai dengan Cina dan Rusia.

Prospek menunjukkan persaingan yang meningkat untuk akses pelabuhan dan kehadiran angkatan laut. Blokade penuh Bab al-Mandeb akan mendorong harga minyak dan inflasi global naik tajam. Hubungan Laut Merah dan Teluk Aden telah muncul sebagai garis depan baru geopolitik multipolar, dengan Berbera berfungsi sebagai pemimpin penting.

Inilah mengapa Israel mengakui Somaliland? Tak lain dan tak bukan, untuk memperluas kedalaman intelijen dan mengamankan akses Laut Merah, Israel mencari pijakan strategis di Tanduk Afrika.

Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar

Langkah tersebut juga membentuk kembali pengaruh regional di sekitar Gaza sambil secara tidak langsung membatasi pengaruh Turkiye, Mesir, dan Saudi Arabia.

Penulis: Pengamat Intelijen, Bondhan W

0 Komentar