DEPARTEMEN Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat resmi merilis ribuan dokumen dan foto terkait mendiang Jeffrey Epstein pada Jumat (19/12) malam waktu setempat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Epstein Files Transparency Act, sebuah undang-undang bipartisan yang menuntut transparansi penuh atas jaringan pelaku kejahatan seksual tersebut.
Dalam kumpulan dokumen tersebut, perhatian publik tertuju pada sejumlah foto yang menampilkan mantan Presiden AS, Bill Clinton. Foto-foto tersebut memperlihatkan Clinton dalam berbagai lingkungan sosial, termasuk di area kolam renang, bak mandi air panas (hot tub), serta pertemuan budaya bersama Epstein dan rekannya, Ghislaine Maxwell. Meski demikian, detail mengenai waktu dan lokasi pengambilan foto tersebut tidak dirinci dalam rilis resmi.
Selain Clinton, dokumen tersebut juga memuat foto tokoh-tokoh besar lainnya seperti Donald Trump, Pangeran Andrew, Bill Gates, hingga Steve Bannon dalam berbagai konteks sosial dengan Epstein. Hingga saat ini, tidak ada satu pun dari tokoh tersebut yang didakwa melakukan pelanggaran hukum terkait aktivitas kriminal Epstein.
Baca Juga:Tokoh Utama Gerakan GenZ yang Gulingkan Sheikh Hasina, Sharif Osman Hadi Jadi Korban Pembunuhan BerencanaPemprov Jawa Barat Renovasi Gerbang Gedung Sate Berbentuk Candi Anggaran Capai Rp3,9 Miliar
Juru bicara Bill Clinton, Angel Urena, sebelumnya telah membantah keterlibatan sang mantan presiden. “Dokumen-dokumen ini membuktikan bahwa Bill Clinton tidak melakukan apa pun dan tidak tahu apa-apa. Sisanya hanyalah kebisingan yang dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian,” tegasnya.
Perilisan ini menjadi momen krusial dalam upaya panjang mengungkap lingkup jaringan Epstein, yang meninggal di sel penjara New York pada 2019. Pengungkapan ini memicu desakan baru bagi pemerintah untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, terutama dalam memberikan perlindungan bagi para penyintas serta kejelasan atas materi-materi yang masih disensor (didereaksi).
DOJ memenuhi tenggat waktu kongres dengan mengunggah ribuan berkas tersebut ke bagian baru di situs web mereka yang diberi label “Epstein Files Transparency Act”. Fokus publik kini tertuju pada isi dokumen tertulis yang mungkin mengungkap detail lebih lanjut mengenai interaksi di balik pintu tertutup para elit dunia.
Skandal Epstein adalah kasus pelecehan seksual dan perdagangan seks anak di bawah umur yang melibatkan miliarder AS, Jeffrey Epstein, serta jaringan orang-orang berpengaruh, termasuk politisi dan tokoh terkenal, yang diduga terlibat sebagai pelaku atau klien. Epstein diduga memfasilitasi dan merekam pelecehan terhadap gadis-gadis muda untuk kepuasan dirinya dan kliennya.
