PANGLIMA Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin menyatakan akan melakukan patroli gabungan skala besar di Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan anarkis lanjutan yang terjadi dalam dua hari terakhir di Surabaya.
“Patroli ini, sifatnya menyapa masyarakat, sekaligus mengimbau, supaya masyarakat khususnya di kota Surabaya ini benar-benar bisa kondusif, sama-sama berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita,” tegasnya, Mayjen TNI Rudi, Minggu (31/8).
Ia menegaskan agar semua pihak ikut serta menjaga kondusifitas di Surabaya. Kerjasama ini dibuat agar warga sama-sama saling menjaga wilayahnya dari tindakan tindakan anarkis.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
“Jadi, tindakan-tindakan yang anarkis, yang tidak perlu kumpul-kumpul, yang kira-kira mengarah ke kegiatan-kegiatan yang sifatnya merusak, destruktif, itu mari kita jaga bersama,” ujarnya.
Diketahui, tindakan anarkis telah terjadi dalam dua hari terakhir di Surabaya. Diantaranya pembakaran pos polisi, penjarahan dan pembakaran Gedung Grahadi, beserta Polsek Tegalsari Surabaya.
Bentrokan tak bisa dihindarkan. Aparat berupaya membubarkan demonstran dengan menembakkan gas air mata. Ketegangan ini membuat situasi Kota Pahlawan mencekam.
Dampaknya, beberapa perguruan tinggi merespon cepat dengan merumahkan aktivitas perkuliahan, diikuti lembaga pendidikan di tingkat TK, SD, dan SMP di Surabaya.Share