POLRES Metro Bekasi Kota diserang sekelompok massa pada Minggu (31/8/2025) sore.
Massa yang tiba-tiba datang, merangsek berkumpul di depan Mapolres di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, dengan lemparan batu, petasan, hingga bom molotov ke arah petugas.
Namun, aksi anarkistis tersebut berhasil dibubarkan setelah polisi menembakkan gas air mata.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Minggu malam, terlihat sejumlah aparat kepolisian masih melakukan penjagaan ketat di sekitar area Polres Metro Bekasi Kota sebagai langkah antisipasi aksi serupa kembali terjadi.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Belum diketahui dari mana kelompok pemuda tersebut berasal, karena tidak ada atribut organisasi yang mereka kenakan.
Ketegangan ini diduga dipicu oleh flyer berisi ajakan demonstrasi bertajuk “Aksi Menggugat Polri” yang beredar luas. Flyer tersebut mengundang masyarakat untuk ikut aksi, namun tidak mencantumkan nama organisasi penggerak.
Sementara, Gedung DPRD Kota Bekasi yang terletak di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur dijaga ketat pada Minggu (31/8/2025) malam. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindakan tidak diinginkan seperti yang menimpa gedung DPRD di kota atau kabupaten lain.
Informasi yang dihimpun, ada beberapa elemen yang ikut berjaga di gedung tersebut. Mulai dari pegawai Sekretariat DPRD Kota Bekasi, Satpol PP, Organisasi Massa (Ormas) hingga intelijen dari Kepolisian dan TNI.