KERICUHAN terjadi di Mapolda DIY pada Sabtu (30/8) malam hingga Minggu (31/8) pagi. Dalam kericuhan ini polisi menyebut telah mengamankan puluhan orang terdiri dari orang dewasa hingga pelajar.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan dalam keterangan tertulisnya mengatakan aksi terjadi lagi di depan Markas Polda DIY pada Sabtu malam (30/8) oleh sekelompok massa hingga Minggu pagi (31/8).
Ihsan mengatakan aksi bermula pada hari Sabtu (30/8) pukul 21.40 WIB kurang lebih sejumlah 50 orang tidak dikenal mendatangi Mako Polda DIY. Sekelompok orang ini disebut Ihsan berteriak-teriak dan melakukan pelemparan ke petugas yang berjaga menggunakan batu, petasan dan bom molotov sambil menarik kawat duri yang digunakan sebagai pagar sementara.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Ihsan menerangkan jumlah orang yang datang ke Polda DIY semakin malam semakin bertambah. Saat itu sempat terjadi aksi saling lempar batu antara warga dengan massa yang datang. Ihsan membeberkan pada pukul 06.00 Wib massa dapat dibubarkan oleh personel pengamanan baik dari TNI dan Polri.
“Saat ini puluhan pelaku penyerangan yang terdiri dewasa dan anak-anak yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA/SMK dapat diamankan oleh Polda DIY dan beberapa diantaranya positif menggunakan narkoba,” terang Ihsan.
“Barang bukti yang diamankan berupa 1 senjata tajam dan 2 molotov. Dari peristiwa tersebut terdampak 6 korban (5 dari massa dan 1 personel pengamanan di rawat di RS. Bhayangkara Polda DIY,” imbuh Ihsan.
Ihsan menambahkan pihaknya menyayangkan adanya keterlibatan anak-anak dalam aksi tersebut. Ihsan mengimbau kepada orang tua untuk melakukan pengawasan pada anak-anak.
“Sangat disayangkan, penyerangan yang dilakukan oleh kelompok perusuh ini melibatkan anak-anak. Kami mengajak bagi orang tua dan pihak sekolah untuk melakukan pengawasan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang merugikan,” tutur Ihsan.