KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut para ormas Islam yang diundang memberikan sejumlah masukan kepada Presiden Prabowo Subianto menyikapi situasi yang terjadi saat ini. Ia mengapresiasi Prabowo yang sangat terbuka atas segala masukan dari para ormas Islam.
“Kami selama 3 jam tadi dengan berdialog dan kami juga memberi masukan dan pandangan Pak Presiden begitu terbuka,” kata Haedar dilihat di YouTube Setpres, Sabtu (30/8/2025).
“Dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di Republik ini dalam kemerdekaan dan pasca kemerdekaan memahami betul, menghayati betul bahwa persatuan keutuhan dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama,” lanjutnya.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Haedar berharap masyarakat memaknai demokrasi yang lebih jernih. Serta memanfaatkan proses demokrasi yang penuh tanggung jawab.
“Kami memahami demokrasi dan aspirasi, tetapi hendaknya dan kami yakin seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban keadaban,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat waspada untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal yang berujung kekerasan. Menurutnya, kekerasan hanya akan merusak keutuhan bangsa.
“Dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Haedar.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yakni Ketua MPR Ahmad Muzani beserta sejumlah menteri dan wakil menteri kabinet Merah Putih.
Adapun tokoh organisasi lainnya yang hadir, yaitu:
1. Ketum Dewan Dakwah, Adian Husaini2. Ketum AQL, Bachtiar Nasir3. Ketum Mathalul Anwar, Embay Mulya Syarief4. Ketum Al-Irsyad Al-Islamiyah, Faisol Nasar Madi5. Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva6. Ketum PP Persatuan Islam, Jeje Zainuddin7. Ketum Al Wasliyah, Masyhuril Khamis8. Ketum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin9. Ketum Hidayatullah, Nashirul Haq Marling10. Ketum PUI, Raizal Arifin, S.S., M. Sos11. Ketum PERTI, Syarfi Hutauruk12. Ketum KBPII, Nasrullah13. Waktum PBNU, Amin Said Husni14. Ketua LKKS PP Muhammadiyah, Fajar Riza Ul Haq15. Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti16. Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf17. Sekjen Mathalul Anwar, Babay Sujawandi18. Sekjen Hidayatullah, Candra Kurnianto19. Sekjen Syarikat Islam, Ferry Juliantono20. Sekjen PP Persatuan Islam, Haris Muslim21. Sekjen PUI, Kana Kurniawan22. Sekjen IKADI, Khairan M. Arif23. Sekjen Al-Irsyad Al-Islamiyah, Muhammad Halim Bakhabazy24. Sekjen Wahdah Islamiyah, Syaibani Mujiono25. Sekjen PERTI, Undrizon26. Sekjen PP KBPII, Asep Efendi27. Sekjen Dewan Dakwah, Avid Solihin28. DPP Al Ittihadiyan, Agus Wicaksono