Kondisi itu membuat ratusan orang berlarian kocar-kacir. Sebagian lari ke arah selatan menuju Jalan Kramat Raya dan Jatinegara, sementara lainnya mundur ke arah utara melalui Jalan Gunung Sahari menuju Ancol.
Situasi semakin mencekam lantaran tembakan gas air mata dilakukan secara membabi buta tanpa pandang bulu, baik ke arah massa aksi maupun kerumunan warga yang berada di sekitar lokasi.
Tak ayal, warga dan massa yang panik mencari jalan untuk menghindari gas air mata hingga masuk ke area perumahan warga. Hingga berita ini diturunkan, suasana di kawasan Senen-Kwitang dan sekitarnya masih belum kondusif.