11 Ton Sampah Diangkut Pasca Demonstrasi Rusuh di Mako Brimob Kwitang

Petugas Dinas Lingkungan Hidup bekerja memulihkan dan membersihkan sejumlah wilayah di Jakarta pascademonstras
Petugas Dinas Lingkungan Hidup bekerja memulihkan dan membersihkan sejumlah wilayah di Jakarta pascademonstrasi yang berlangsung Jumat hingga Sabtu, 29 dan 30 Agustus 2025. (Dok. DLH Jakarta)
0 Komentar

SEBANYAK 50 meter kubik sampah setara 11 ton diangkut pascademonstrasi yang disertai bentrokan dan kerusuhan di sepanjang Jalan KKO Usman dan Terminal Senen, Jakarta Pusat, yang berlangsung dari Jumat hingga Sabtu, 29-30 Agustus 2025. Kawasan ini, di mana berlokasi markas satuan Brimob Polda Metro Jaya, menjadi salah satu lokasi utama demonstrasi massa di Jakarta.

Dalam keterangan yang dibagikan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta pada Sabtu sore, 30 Agustus 2025, sebanyak 40 petugas bekerja di sepanjang jalan tersebut. Mereka didukung 2 unit truk anorganik, 2 unit dump truck mini, dan 3 unit road sweeper. “Upaya mereka menghasilkan pengangkutan 50 meter kubik sampah (setara 11 ton) dan masih berlanjut proses penanganannya,” bunyi keterangan itu.

Jumlah sampah yang dikumpulkan tersebut kedua terbanyak dari sejumlah lokasi utama demonstrasi pada Jumat dan Sabtu, tepatnya pascakemarahan massa atas insiden pelindasan satu warga peserta demo oleh kendaraan taktis atau rantis Brimob yang terjadi pada Kamis malam. Demonstrasi berlangsung awalnya mengecam DPR RI di tengah impitan ekonomi yang dirasakan banyak warga Indonesia semakin menekan.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

Menurut data DLH Jakarta, sampah terbesar masih dikumpulkan dari kawasan Gedung DPR/MPR dan sekitarnya di Jakarta Pusat. Sebanyak 50 petugas di kawasan ini didukung 2 unit truk anorganik, 3 unit mini dump truck/mobil lintas, dan 4 unit road sweeper. “Tim berhasil mengangkut 70 meter kubik sampah (setara 15,41 ton) yang merupakan volume tertinggi dari semua lokasi.”

Kawasan lainnya meliputi Istana Merdeka, Monumen Nasional (Monas), Balai Kota, serta seluruh jalan di sekitar Medan Merdeka. Sebanyak 40 petugas yang didukung 3 unit truk anorganik, 2 unit mini dump truck, dan 4 unit road sweeper mengumpulkan 40 meter kubik sampah (setara 8,8 ton) dari kawasan vital itu.

Untuk area Lapangan Banteng dan Masjid Istiqlal, DLH Jakarta menurunkan 20 personel dengan dukungan masing-masing 1 unit truk anorganik, 1 unit mini dump truck, dan 1 unit road sweeper. Total sampah yang dikumpulkan 20 meter kubik atau setara 4,4 ton.

Sebagai bagian dari operasi menyeluruh, tim DLH Jakarta juga melakukan patroli dan pembersihan di seluruh jalan protokol Jakarta Pusat lainnya dengan mengerahkan 50 personel dengan armada gabungan 5 unit truk anorganik, 5 unit dump truck mini, dan 6 unit penyapu jalanan. “Hingga laporan ini dibuat, telah terangkut 50 meter kubik sampah (setara 11 ton) dari berbagai lokasi tersebut,” bunyi laporan DLH Jakarta.

0 Komentar