Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayor Jenderal Deddy Suryadi bersama puluhan personel TNI datang ke Mako Brimob Kwitang sekitar pukul 2.00. Deddy masuk ke dalam Mako Brimob selama sekitar sepuluh menit kemudian keluar menemui massa di sisi barat.
“Tadi sudah saya sampaikan ke dalam. Intinya pihak kepolisian akan bertanggung jawab,” kata Deddy kepada kerumunan massa.
Namun, pernyataan itu dibalas teriakan massa. Deddy nyaris tak bisa melanjutkan perkataannya karena massa yang terus menyuarakan kekesalannya. Para pengemudi ojol di lokasi tak puas. “Kami tidak percaya penegakkan hukum di Indonesia,” sahut mereka.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Deddy meminta massa untuk membubarkan diri. Namun kerumunan di sudut lain masih menyalakan petasan. Pangdam Jaya kemudian berjalan di jalan yang penuh pecahan beling menuju ke arah markas Korps Marinir TNI sekitar 150 meter dari Mako Brimob Kwitang. Baru setengah jalan, polisi kembali menembakkan gas air mata. Deddy langsung dibawa oleh sejumlah personel polisi militer berlindung ke Hotel Gren Alia di seberang halte Trans Jakarta Kwitang.
Pantauan terakhir pada pukul 03.00 sebagian massa masih bertahan. Suara tembakan gas air mata berbalas petasan pun masih terdengar.
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Abdul Karim mengatakan penanganan kasus kendaraan taktis (rantis) yang menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol) hingga tewas dilakukan secara transparan. “Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan,” katanya saat memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan bahwa penanganan kasus tersebut juga dilakukan bukan hanya dari Propam Mabes Polri, tapi bersama dengan Korps Brimob, mengingat pelaku penabrakan merupakan anggota Brimob.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyatakan permohonan maafnya kepada keluarga korban dan masyarakat.
“Saya minta maaf kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojek online atas musibah yang terjadi,” ucap Sigit di depan ruang jenazah RSCM pada Jumat dini hari.