DEMO di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, berakhir ricuh. Sejak awal, ribuan massa yang tergabung dari masyarakat sipil dan mahasiswa bentrok dengan aparat.
Tidak ada orasi. Ribuan massa langsung memblokir Jalan Gubernur Suryo. Mereka lalu menghujani aparat kepolisian yang berada di dalam Gedung Negara Grahadi, dengan beberapa benda.
Mulai dari kerikil, batu bata, hingga ranting pohon dilempar oleh massa ke dalam Gedung Grahadi. Tak sampai 30 menit, suasana di lokasi demo mencekam, saat aparat kepolisian menembakkan meriam air.
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Massa pun berhamburan menyelamatkan diri. Tidak terima, massa membalas dengan barang-barang uang lebih besar, seperti pot bunga. Beberapa fasilitas umum, seperti tong sampah, hingga tiang listrik, mereka ambil dan dilemparkan ke aparat.
Alih-alih meredam, kemarahan massa aksi semakin memuncak. Mereka menyalakan petasan dan diarahkan ke aparat. Bahkan, massa aksi mengambil puluhan sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi aksi.
Motor-motor tersebut dibawa ke tengah massa dan diinjak-injak secara berkelompok hingga ringsek. Setelah itu, mereka membakar motor tersebut. “Revolusi, revolusi, revolusi,” teriak massa di tengah kobaran api dari sepeda motor.
Dari data yang dihimpun, total sepeda motor yang dirusak massa aksi berjumlah 21. Salah satunya Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Erwin.
“Ya cuma bisa pasrah. Taunya ya tadi kata teman-teman. Kayanya sih dibakar pake molotov. Pas kejadian saya lagi sembunyi (karena suasana demonya ricuh). Motornya Jupiter Z 2007,” ucap Erwin pasrah melihat motornya sudah menjadi kerangka.