Misteri Pembunuhan Kepala BRI Cabang Pembantu Cempaka Putih dan Dugaan Keterlibatan Aparat

Delapan tersangka pembunuh Kacab BRI Cempaka Putih yang sudah diamankan Polda Metro Jaya. (FOTO: IST)
Delapan tersangka pembunuh Kacab BRI Cempaka Putih yang sudah diamankan Polda Metro Jaya. (IST)
0 Komentar

Selain karena benda tumpul, kematian korban disebabkan oleh kurangnya pasokan oksigen. RS Polri juga sudah mengambil uji sampel racun dari jasad Ilham. Namun, hasilnya belum diumumkan hingga Kamis (28/8) atau saat laporan ini ditulis.

”Kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan dia kesulitan bernapas,” ujar Prima.

Dugaan Keterlibatan Aparat dan Jejak Dwi Hartono

Perkembangan terbaru kasus penculikan dan pembunuhan Ilham membuka tabir baru serta tanda tanya yang lebih besar.

Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional

Pihak kuasa hukum tersangka penculikan Kepala KCP BRI Cempaka Putih berinisial MIP mengungkap adanya dugaan keterlibatan aparat dalam kasus penculikan berujung pembunuhan ini. Para tersangka pun meminta perlindungan kepada Panglima TNI dan Kapolri.

“Kami dari pihak keluarga sudah minta perlindungan hukum ke Panglima TNI. Kami juga sudah minta perlindungan hukum ke Kapolri karena ada dugaan oknum, seperti itu,” ujar pengacara empat tersangka, Adrianus Agal, saat hendak menemui kliennya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025).

Dia menerangkan dalam kasus ini keempat kliennya adalah AT, RS, RAH, dan RW. Adrianus menyebut, kliennya melakukan penculikan itu bahkan dalam tekanan.

Lebih lanjut dijelaskan Adrianus, kliennya menceritakan bahwa instruksi awal memang untuk menjemput paksa korban. Kemudian, mereka disuruh membawa korban ke sebuah tempat di daerah Jakarta Timur.

“Ada perintah dari oknum yang namanya F untuk diserahkan di daerah Jakarta Timur. Ada jeda waktu pada saat dijemput paksa dengan diserahkan itu. Setelah diserahkan, keempat pelaku penjemputan paksa ini, mereka sudah selesai tugas dan mereka pulang,” ungkap dia.

Beberapa saat kemudian, kata dia, keempat tersangka diminta lagi untuk menjemput korban. Namun, saat di lokasi didapati nyawa korban sudah tidak ada dan mereka diminta membuang jasad tersebut.

Keempat tersangka, kata Adrianus, juga tidak terhubung dengan sosok eksekutor yang menghabisi nyawa korban. Dia bahkan bisa memastikan bahwa keempat tersangka tidak akan menerima kerjaan ini jika memang tujuannya untuk membunuh.

Baca Juga:Sekjen DPR Sebut Terima Surat Forum Purnawirawan TNI soal Pemakzulan Gibran: Kami Teruskan ke PimpinanKetua Koperasi Al- Azariyah dan Pengawas Operasional Tersangka Insiden Longsor Tambang Galian C Gunung Kuda

“Permohonan maaf kami kepada keluarga korban. Semoga persoalan ini, penyidik Polda Metro Jaya segera mengungkap motif dan pelaku utamanya,” kata dia.

0 Komentar