“Akhirnya tim berhasil melacak RS (Rohmat) ke persembunyiannya di Jalan Handayani, Sendangrejo, Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat. Di sana dia kami tangkap tanpa perlawanan,” kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2025).
Dia menambahkan, untuk peran tersangka lainnya sampai saat ini masih didalami oleh tim penyidik. Selain itu, polisi tengah menggali motif dari penculikan dan pembunuhan korban. Ade Ary menambahkan, total 15 tersangka ditangkap oleh dua tim subdirektorat: Direktorat Reserse Mobil (Resmob) dan Jatanras.
Polisi juga belum mengungkap kepada publik pihak yang menganiaya dan membunuh Ilham dalam perkara ini. “Setiap pelaku masih diperiksa untuk mengetahui perannya masing-masing. Dari keterangan itu baru akan disimpulkan motifnya,” kata Ade Ary.
Kronologi penculikan dan pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih
Baca Juga:Ketika Manusia Bertanya dan Mengugat, Jokowi Sudah MenjawabnyaUsai Aksi Protes Penggerebekan Imigrasi, Los Angeles Rusuh Donald Trump Kirim Ribuan Garda Nasional
Muhammad Ilham Pradipta diculik oleh empat orang pada Rabu siang, (20/8/2025), di area parkir Lotte Mart Ciracas, Jakarta Timur. Rekaman CCTV memperlihatkan, Ilham baru saja keluar dari kantor pusat PT Lotte Mart Indonesia dan berjalan menuju mobilnya. Namun, ia tiba-tiba dihadang tiga orang penculik dan dipaksa masuk ke dalam sebuah minibus putih yang terparkir di samping mobil Ilham.
Keesokan harinya, Kamis (21/8/2025), jasad Ilham ditemukan di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Ketika ditemukan, tangan dan mata korban dalam kondisi terikat menggunakan lakban. Saat ditemukan oleh warga yang hendak menggembalakan sapi sekitar pukul 05.30 WIB pagi, terdapat beberapa tanda luka di jasad Ilham.
Di hari yang sama, Subdirektorat Reserse Mobile Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat pelaku penculikan terhadap Ilham. Keempat pelaku penculikan adalah AT, RS, RAH, dan RW/EW. Tiga nama yang disebut di awal ditangkap di wilayah Jakarta. Sementara RW/EW ditangkap saat tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, saat hendak kabur.
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigadir Jenderal (Pol) Prima Heru Yulihartono, dalam konferensi pers, pada Jumat (22/8/2025), mengatakan ditemukan luka dari hantaman benda tumpul di bagian dada dan leher Ilham. Korban diduga meninggal karena hantaman benda tumpul. Dari hasil pemeriksaan forensik, tidak ditemukan tusukan atau luka benda tajam.