Jalan-jalan ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Kunjungan Wisatawan Meningkat 40 Persen Selama Libur Lebaran

Wisatawan yang berkunjung ke keraton kasepuhan mengalami peningkatan
Wisatawan yang berkunjung ke keraton kasepuhan mengalami peningkatan
0 Komentar

KERATON Kasepuhan Cirebon mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran Idulfitri 1446 H/2025.

Direktur Badan Pengelola Keraton Kasepuhan (BPKK) Cirebon, Ratu Alexandra Wuryaningrat, menyampaikan bahwa tahun ini terjadi peningkatan kunjungan sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun lalu,” ujar Ratu Alexandra, Sabtu (5/4).

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Menurutnya, peningkatan ini mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran, di mana wisatawan tidak hanya menikmati suasana keraton dan peninggalan sejarah, tetapi juga tertarik dengan berbagai fasilitas baru yang ditawarkan.

Di antaranya adalah museum berbasis kecerdasan buatan (AI) dan workshop membatik yang diselenggarakan selama libur Lebaran.

“Selain melihat-lihat peninggalan sejarah, pengunjung juga dapat mengeksplorasi museum AI dan mengikuti workshop membatik yang telah kami siapkan untuk menambah pengalaman wisata yang edukatif dan interaktif,” tambah Ratu Alexandra.

Keraton Kasepuhan, sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kota Cirebon, terus berupaya memberikan pengalaman yang istimewa bagi setiap pengunjung, terutama pada momen libur panjang seperti Lebaran.

Salah satu pengunjung, Darwis, untuk kedua kalinya datang ke Cirebon, mengungkapkan kekagumannya terhadap budaya yang masih kental di Keraton Kasepuhan.

“Saya pernah ke Cirebon sebelumnya, jadi ini kedua kali saya mengunjungi keraton. Saya tertarik dengan budayanya karena di sini masih sangat terasa nilai-nilai tradisinya. Tujuan kami datang memang untuk mempelajari budaya dan sejarah keraton ini,” katanya.

Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, Cirebon tetap menjaga jejak kejayaan masa lalunya melalui salah satu peninggalan bersejarah yang masih berdiri megah, yakni Keraton Kasepuhan.

Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2

“Sampai saat ini, keraton yang masih original di Pulau Jawa dengan ornamen-ornamen tradisional yang berkaitan dengan Hindu, Islam, dan Tiongkok itu hanya ada di Cirebon, termasuk Keraton Kasepuhan. Secara fisik, bangunan Keraton Kasepuhan tidak pernah berubah,” ujarnya.

Sebagai keraton tertua dan paling megah di antara empat keraton di Cirebon, Kasepuhan menyimpan kisah panjang tentang peradaban, budaya, dan nilai-nilai tradisi yang tetap lestari hingga kini.

Memasuki kompleks keraton, pengunjung akan disambut oleh bangunan bercorak merah bata yang mencerminkan pengaruh Kerajaan Majapahit. Gapura megah, ukiran khas, hingga lorong-lorong yang sarat makna filosofi menjadi saksi bisu perjalanan Kesultanan Cirebon yang berdiri sejak abad ke-15.

0 Komentar