Mykhailo Viktorovych Palyakov Asal Amerika Serikat Ditangkap Polisi India Usai Kunjungi Suku Sentinel

Mykhailo Viktorovych Polyakov, 24, ditangkap setelah mencoba melakukan kontak dengan suku yang belum tersentuh
Mykhailo Viktorovych Polyakov, 24, ditangkap setelah mencoba melakukan kontak dengan suku yang belum tersentuh. (YouTube/Neo-Orientalist)
0 Komentar

PRIA berkewarganegaraan AS ditangkap petugas keamanan India setelah mengunjungi Pulau Sentinel Utara di Samudra Hindia. Dia ditangkap setelah mencoba berkomunikasi dengan suku Sentinel, salah satu suku paling terisolasi dan rentan di dunia.

Dilaporkan The New Indian Express, pria berusia 24 tahun berkewarganegaraan AS bernama Mykhailo Viktorovych Palyakov itu ditahan oleh Departemen Investigasi Kejahatan India setelah sampai di pantai timur laut Pulau Sentinel Utara pada pukul 10 pagi 29 Maret 2025.

Dia dilaporkan berlayar dengan perahu kecil dari pantai Kurma Dera di Pulau Andaman Selatan pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat, melakukan perjalanan berbahaya sejauh 38 kilometer melintas laut.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Menurut keterangan polisi, Mykhailo datang sambil membawa kelapa dan sekaleng cola sebagai persembahan untuk Suku Sentinel.

Dia diduga diam di atas perahu di dekat pantai Pulau Sentinel selama satu jam, menyembunyikan peluit dengan harapan menarik perhatian Suku Sentinel, kendati tidak ada tanggapan.

Dia lantas berjalan ke tepi pantai dan berdiri di pesisir selama lebih dari lima menit, meletakkan persembahan di sana, mengumpulkan sampel pasir, dan merekam video sebelum akhirnya kembali ke perahu.

Para ahli mengatakan, apa yang dilakukan pria itu adalah tindakan bodoh dan sembrono.

Akses ke Pulau Sentinel Utara sendiri telah dilarang oleh otoritas India untuk melindungi Suku Sentinel yang mengasingkan diri di pulau tersebut.

Mereka adalah orang-orang nomaden, pemburu-pengumpul yang telah tinggal di Pulau Sentinel selama ribuan tahun.

Berdasarkan laporan dari orang-orang yang telah mengamati pulau tersebut dari jauh, diperkirakan ada sekitar 100 orang yang tinggal di sana, terbagi menjadi tiga kelompok utama.

Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2

Mengingat keterasingan mereka dari dunia luar, tidak diketahui bagaimana Suku Sentinel bertahan hidup di pulau tersebut. Yang pasti, dari gerak-geriknya mereka menegaskan tidak menerima orang asing dan tetap ingin terisolasi.

Suku Sentinel menjadi berita utama pada 2018 ketika John Allen Chau, seorang misionaris Kristen dari AS, secara ilegal menyusup ke Pulau Sentinel. Namun nahas, dia dibunuh oleh suku primitif menggunakan busur dan anak panah.

Ada insiden lain pada 2006 ketika dua nelayan India, Sunder Raj dan Pandit Tiwari, ketika keduanya menambatkan perahu mereka di dekat Pulau Sentinel Utara untuk tidur usai melakukan perburuan liar di perairan sekitar pulau tersebut. Perahu mereka hanyut ke pantai dan para pelautnya terbunuh oleh Suku Sentinel.

0 Komentar