Misteri Sentinel: Suku Terasing yang Pernah Hidup di Masa Pra-Neolitik

Suku Sentinel berjaga di pantai pulau (Dok: CHRISTIAN CARON - CREATIVE COMMONS A-NC-SA)
Suku Sentinel berjaga di pantai pulau (Dok: CHRISTIAN CARON - CREATIVE COMMONS A-NC-SA)
0 Komentar

PRIA berkewarganegaraan AS ditangkap petugas keamanan India setelah mengunjungi Pulau Sentinel Utara di Samudra Hindia. Dia ditangkap setelah mencoba berkomunikasi dengan suku Sentinel, salah satu suku paling terisolasi dan rentan di dunia.

Dilaporkan The New Indian Express, pria berusia 24 tahun berkewarganegaraan AS bernama Mykhailo Viktorovych Palyakov itu ditahan oleh Departemen Investigasi Kejahatan India setelah sampai di pantai timur laut Pulau Sentinel Utara pada pukul 10 pagi 29 Maret 2025.

Seperti apa kehidupan suku terasing yang hidup masih di masa pra-neolitik?

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Selama ribuan tahun penduduk Pulau Sentinel Utara telah terisolasi dari seluruh dunia. Mereka diperkirakan sudah tinggal di pulau itu sekitar 50 ribu tahun lalu. Mereka memiliki ciri-ciri fisik warna kulit hitam, rambut ikal, dan tidak mengenakan pakaian.

Mereka menggunakan tombak dan busur serta anak panah untuk memburu hewan-hewan yang berkeliaran di pulau kecil yang dikelilingi hutan.

Mereka mengumpulkan tanaman untuk dimakan dan untuk dipakai sebagai bahan pembuat rumah. Tetangga terdekat mereka berjarak 50 kilometer jauhnya.

Mereka sangat curiga terhadap orang luar dan menyerang siapa saja yang datang untuk menjelajahi dan berselancar di pantai mereka.

Menurut AP, 23 November 2018, pria asal Amerika, John Allen Chau dibunuh oleh penduduk pulau Sentinel sebagai bukti penolakan suku paling terisolasi di dunia ini terhadap pendatang dari luar.

“Sentinel ingin ditinggalkan sendirian,” kata Anup Kapur seorang antropolog.

Para akademisi percaya bahwa orang-orang Sentinel bermigrasi dari Afrika kira-kira 50 ribu tahun yang lalu, tetapi sebagian besar rincian kehidupan mereka sama sekali tidak diketahui.

Catatan Terakhir Misionaris Amerika Serikat Sebelum Tewas di Pulau Sentinel

Seseorang yang telah menghabiskan puluhan tahun mempelajari bahasa suku di pulau Andaman dan Nicobar di India, Anvita Abbi mengatakan tidak tahu berapa banyak penduduk Pulau Santinel.

Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2

Sentinel Utara adalah sebuah pos terdepan dari rantai pulau yang jauh lebih dekat ke Myanmar dan Thailand daripada ke daratan India. Perkiraan rentang ukuran kelompok itu kira-kira puluhan hingga ratusan penduduk.

“Bahasa apa yang mereka gunakan, berapa usianya, itu adalah tebak-tebakan. Tidak ada yang memiliki akses ke penduduk Sentinel,” kata Abbi.

0 Komentar