Jurnalis dan Pengurus JMSI Sulawesi Ini Ditemukan Tewas, Wajah Badan Luka Lebam di Hotel Kebon Jeruk Jakarta

Situr Wijaya
Situr Wijaya
0 Komentar

DUNIA jurnalistik kembali berduka. Situr Wijaya, seorang jurnalis media online Insulteng.id, yang juga merupakan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi ditemukan tewas di kamar Hotel D’Paragon, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (4/4) malam.

Belum diketahui penyebab kematian pria berusia 33 tahun ini. Situr ditemukan di kamar hotel lantai 3. Kondisi wajah dan badannya mengalami luka lebam atau memar berwarna ungu.

Unit identifikasi dari Polres Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk yang berada di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Polisi mengevakuasi jenazah Situr ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Kini, kasus tersebut ditangani petugas gabungan Polsek Kebon Jeruk dan Polres Jakarta Barat.

Kronologi kejadian:

Menurut keterangan istrinya, Situr Wijaya berangkat ke Jakarta pada Kamis (3/4) dalam kondisi sehat.

Ia berpamitan dengan alasan memiliki urusan penting bersama kedua teman yang saat ini berada di Sulteng, Situr berangkat lebih dulu ke Jakarta sementara sahabat-sahabatnya yang lain masih berada di Sulteng.

Namun, keesokan harinya, pihak hotel yang hendak menanyakan perpanjangan masa menginap menemukan Situr sudah dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar hotelnya.

Jejak terakhir di media sosial, pantauan media ini di akun Facebook pribadi S. Wijaya menunjukkan bahwa sebelum keberangkatannya, ia sempat mengunggah sebuah video berada di pesawat dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Dalam unggahannya, ia menuliskan status, “Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Bagian 4.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian Situr Wijaya. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta di balik peristiwa ini.

0 Komentar