Biandro menyebut dalam dua dekade terakhir nyekar mengalami pergeseran, khususnya di kalangan generasi muda. Kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup mendorong masyarakat memilih cara yang lebih praktis dalam melakukan nyekar.
Sekarang ini ada banyak orang mengirim doa melalui media sosial atau grup keluarga.
Nyekar pun tidak dilakukan secara ketat jelang lebaran. Pelaksanaannya lebih fleksibel menyesuaikan kesibukan setiap orang.
Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan
Selain itu urbanisasi turut menjadi faktor yang menyebabkan penurunan partisipasi generasi muda dalam nyekar. Sebab, keterbatasan waktu dan keterikatan emosional dengan tradisi ini berkurang.
Biandro menilai hal ini menunjukkan pergeseran tradisi dalam konteks kemajuan teknologi dan informasi.
“Generasi muda semakin jarang terlibat langsung dalam nyekar, baik karena kesibukan maupun karena keterikatan emosional yang semakin berkurang akibat urbanisasi,” jelasnya, dikutip dari situs resmi Unaiir), Kamis (3/4).
Tantangan Tradisi Nyekar
Biandro menerangkan tantangan tradisi nyekar antara lain peningkatan urbanisasi yang membatasi akses ke makam, pergeseran perspektif keagamaan yang menganggap nyekar bukan kewajiban, dan kurangnya edukasi nilai budaya nyekar.
Peran keluarga dinilainya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini. Ia menyarankan anak-anak diperkenalkan dengan tradisi ini sejak dini supaya mereka memahami makna dan nilai nyekar.
Di samping itu, pemanfaatan teknologi sebagai sarana edukasi dan dokumentasi bisa menjadi alternatif agar generasi muda tetap terhubung dengan tradisi tersebut, walaupun dalam bentuk yang lebih modern.
“Generasi muda kurang mendapatkan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam nyekar. Kurangnya edukasi dan keterbatasan waktu membuat mereka semakin jauh dari tradisi ini,” kata dia.
Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2
Biandro mengatakan peningkatan kesadaran budaya di sekolah dan komunitas melalui edukasi pentingnya nyekar dapat menjadi solusi agar tradisi ini terus relevan. Kemudian, penyediaan fasilitas refleksi di pemakaman atau tempat khusus di rumah untuk mengenang leluhur juga bisa agar tradisi ini tetap lestari.