Tembok Sering Terendam Banjir Rapuh Dijebol Pakai Sendok, 7 Napi Kabur dari Lapas Kelas IIB Sorong

Tampak depan Lapas Kelas II B, Kota Sorong, pada Rabu (2/4).
Tampak depan Lapas Kelas II B, Kota Sorong, pada Rabu (2/4).
0 Komentar

Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian dari petugas lapas dan berjanji akan mengambil tindakan tegas setelah pemeriksaan selesai.

Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto, telah membentuk tim khusus untuk mengejar para napi yang kabur.

“Kami telah menyebarkan identitas mereka dan memperketat penjagaan di jalur-jalur keluar Kota Sorong, baik di pelabuhan, bandara, maupun jalur darat utama,” jelasnya.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Ia juga mengimbau agar para napi menyerahkan diri sebelum tindakan lebih lanjut diambil.

Overkapasitas dan Ancaman Keamanan

Lapas Sorong saat ini menghadapi masalah serius terkait overkapasitas. Dengan kapasitas resmi hanya 250 orang, jumlah penghuni lapas telah membengkak menjadi 500 orang per April 2025. Situasi ini semakin memperburuk kondisi keamanan, meningkatkan risiko pelarian, serta memperumit pengawasan oleh petugas.

Kasus kaburnya narapidana dari Lapas Sorong bukanlah yang pertama. Tahun lalu, 53 napi berhasil melarikan diri, dan hingga kini, 32 di antaranya belum ditemukan. Fakta ini semakin menegaskan bahwa sistem keamanan di lapas perlu mendapat perhatian lebih serius.

Di tengah sorotan publik, Kepala Lapas Sorong, Manuel Yenusi, memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

0 Komentar