Singkatan dari Nama Cirebon yang Tak Banyak Orang Tahu, Sejarah Kabupaten dan Pendopo Bupati di Kota Cirebon

Logo Hari Jadi Ke-543 tahun 2025 Kabupaten Cirebon
Logo Hari Jadi Ke-543 tahun 2025 Kabupaten Cirebon
0 Komentar

Pendopo Bupati Cirebon Bangunan yang terletak di Jl. RA Kartini Kelurahan Kejaksan Kota Cirebon.bangunan tua yang menjadi tempat berkegiatan resmi Bupati Cirebon di Jawa Barat.

Dijelaskan bahwa Kejaksan dipilih sebagai lokasi karena sebelumnya merupakan wilayah Pangeran Kejaksan, yang juga dikenal sebagai Syekh Abdurrohim, yang memerintah beberapa wilayah dari sebelah utara Sungai Sukalila hingga ke Stasiun Kejaksan.

Masih tegak berdiri dengan kukuh dan saat ini masih difungsikan sebagai rumah dinas Bupati Cirebon. Menurut budayawan Cirebon, Raden Chaidir Susilaningrat, bangunan pendopo tersebut pertama kali dibangun oleh Bupati Cirebon ke-5, yaitu R.A.A Soeradiredja pada tahun 1896.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Bangunan ini digunakan sebagai pusat pemerintahan Cirebon dan baru diresmikan pada tahun 1900 setelah melewati proses pembangunan selama empat tahun.

Pada mulanya, dibangun sejak zaman Kerajaan Cirebon dulu, sekitar abad ke-15. Ini bukan hanya tempat kerja, tapi juga tempat untuk rapat penting dan acara adat. Hingga kini, pendopo ini masih dipakai untuk kegiatan resmi dan budaya di Cirebon.

Kawasan Pendopo Kabupaten Cirebon dirancang sebagai pusat pemerintahan pribumi sebagai realisasi politik desentralisasi pemerintahan di Hindia Belanda awal Abad XX.

Kawasan tersebut dirancang dengan memertimbangkan seni bina kota yang menyinergikan konsep, struktur, serta elemen-elemen pengaruh sistem pemerintahan modern barat dengan pemerintahan tradisi adat setempat yang dilandasi semangat ”politik etis” yang popular saat itu.

“Politik etis” mengusung tiga kebijakan pemerintahan berkaitan dengan edukasi (pendidikan), emigrasi (perpindahan penduduk), dan irigasi atau sistem pengairan.

Di depan alun-alun Kejaksan sebelah timur berdiri kokoh rumah dinas Asisten Resident Cheribon sebagai representasi pemerintahan barat untuk mengawasi pemerintahan tradisional yang dijalankan di pendopo kabupaten, di sebelah utara alun-alun Kejaksan terdapat Hotel Wilhelmina (Hotel Ribrink kemudian berubah nama menjadi Grand Hotel Cheribon) tempat meneer Welanda menginap ketika berkunjung ke Cirebon.

Tata ruang kawasan Kejaksan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon dirancang dengan kesan menciptakan citra kekuasaan kolonial dengan figur dan struktur kekuasaan tradisi lokal.

Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2

Regentswoning dibangun di selatan alun-alun menghadap ke arah utara sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal bupati. Bangunan tempat tinggal bupati ini dilengkapi dengan bangunan pendopo yang menghadap langsung ke arah alun-alun Kejaksan.

0 Komentar