Singkatan dari Nama Cirebon yang Tak Banyak Orang Tahu, Sejarah Kabupaten dan Pendopo Bupati di Kota Cirebon

Logo Hari Jadi Ke-543 tahun 2025 Kabupaten Cirebon
Logo Hari Jadi Ke-543 tahun 2025 Kabupaten Cirebon
0 Komentar

Kasultanan Kacirebonan dipimpin oleh Pangeran Wangsakuta dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Wasaruddin sejak tahun 1679. Karaton Kacirebonan mengembangkan budaya adi luhung.

Sedangkan Karaton Gebang Cirebon didirikan oleh Pangeran Wira Sutawijaya pada tahun 1679. Istana ini dibangun dengan bentuk yang sangat indah.

Keberadaan Pendopo Bupati Cirebon di Kota Cirebon

Hampir semua pendopo di Jawa Barat menghadap utara. Ini didasarkan pada keyakinan, utara merupakan magnet yang memiliki daya tarik luar biasa. Utara adalah laut Jawa.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Dalam tataruang tradisional Jawa, pendopo merupakan salah satu rangkaian dari ”lima bagian” yang harus dipenuhi. ”Lima bagian itu, masing-masing pendopo, alun-alun dengan pohon beringinnya, masjid pada bagian barat, pasar di bagian selatan, dan penjara di sebelah timur.

Kelima bagian itu merupakan satu kesatuan yang mencerminkan simbol pemerintahan (pendopo), alun-alun dan pohon beringin (rakyat dan pengayomannya), keagamaan (masjid), ekonomi rakyat pasar dan hukuman bagi mereka yang bersalah (penjara). Di Cirebon kelimanya dibangun sezaman pada awal 1900-an.

Bangunan pendopo dibangun menyerupai ruang terbuka tanpa dinding bertiang kayu jati berdenah simetris dengan atap genteng berbentuk joglo berlantai keramik.

Bangunan Pendopo merepresentasikan ruang publik dalam kegiatan pemerintahan, sedangkan rumah bupati atau ”pedaleman kanjeng bupati” dibangun dengan arsitektur berlanggam kolonial yang merupakan bangunan yang sangat privasi hanya diperuntukan untuk patih, pangrehpraja, atau keluarga bupati.

Sebagai pemisah dan penghubung antara pendopo dan pedaleman kabupaten, dibangun atap penghubung yang dulu terpasang lampu gantung antik sebagai pelita.

Dalam catatan R Soemioto dalam memoarnya Buku Tjoretan Dan Tjatatan Serta Sorotan Kabupaten Tjirebon, Tjirebon 1966 (edisi baru Penerbitan Naskah Sumber Arsip. Kantor Kearsipan Dan Dokumen Kabupaten Cirebon, Cirebon 2007), Kanjeng Raden Adipati Salmon Salam Surdjadiningrat (1902-1918), Regent Tjirebon (Bupati Cirebon) waktu itu.

Sejak tahun 1903 dirintis pembangunan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon yang terdiri atas Pendopo Kabupaten, Alun-alun Kejaksan, dan Tajug Agung Kabupaten (sekarang Masjid Raya At-Taqwa).

Tahun 1905 Pendopo Kabupaten Cirebon telah dapat dipergunakan dengan nama Regentswoning.

0 Komentar