Kuartal Pertama Penjualan Tesla Turun 13 Persen

Ilustrasi - Poster kampanye dukungan CEO Tesla Elon Musk terhadap Presiden Terpilih Amerika Serikat Donald Tru
Ilustrasi - Poster kampanye dukungan CEO Tesla Elon Musk terhadap Presiden Terpilih Amerika Serikat Donald Trump, yang ia bagikan di akun X, Senin (21/10/2024). (X-Elon Musk)
0 Komentar

PENJUALAN kuartal pertama Tesla mengalami penurunan sebanyak 13 persen atau hanya berhasil mengirimkan kendaraan sebanyak 336.681 unit saja menurut laporan dari Arena EV pada Rabu.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Tesla justru berhasil mengirimkan kendaraan lebih banyak atau sekitar 386.810 unit.

Sementara angka real yang didapatkan oleh Tesla, ini masih lebih rendah dibandingkan dengan ramalan para pakar yang diperkirakan bakal menyentuh angka 372.410.

Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan

Capaian negatif yang didapatkan oleh Tesla ini berkat cerminan dari beberapa faktor seperti jajaran kendaraan Tesla yang menua dan keterlibatan politik Musk yang kontroversial di AS dan Eropa.

Dukungan Musk terhadap partai politik sayap kanan di Jerman dan negara lain, bersama dengan perannya dalam pemotongan biaya federal AS, telah memicu protes dan vandalisme yang meluas yang menargetkan kendaraan dan dealer Tesla.

Beberapa pemilik Tesla bahkan telah menukar kendaraan mereka untuk menjauhkan diri dari citra publik terhadap Musk.

Namun, ada hal menarik di sini – meski saham perusahaan turun dalam perdagangan pra-pasar pada Rabu (2/4) pemandangan berbeda justru terjadi ketika pasar dibuka pagi ini, saham tersebut menunjukkan pemulihan yang kuat dan diperdagangkan pada harga 281,50 dolar AS pada saat berita ini disiarkan.

Analis Wedbush Securities Dan Ives menggambarkan angka penjualan tersebut sebagai “bencana dalam setiap metrik,” dengan mencatat bahwa hasilnya lebih buruk dari yang diantisipasi, namun kinerja pasar menentang ekspektasi.

Ke depannya, target Tesla untuk mencapai pertumbuhan penjualan 20 persen hingga 30 persen pada tahun 2025 terdengar agak mengada-ada.

Perusahaan tersebut diharapkan meluncurkan kendaraan yang lebih terjangkau akhir tahun ini, tetapi detailnya masih minim.

Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2

Sementara itu, pesaing asal Tiongkok, BYD sudah berhasil mengungguli Tesla sebagai penjual kendaraan listrik global teratas, dengan proyeksi pangsa pasar sebesar 15,7 persen dibandingkan dengan Tesla yang sebesar 15,3 persen, menurut Counterpoint Research.

Penjualan Tesla di pasar-pasar utama Eropa terus menurun, terutama di pasar otomotif Prancis dan Swedia mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Investor berharap bahwa Model Y yang diperbarui dan insentif baru akan membantu menangkal melemahnya permintaan dan persaingan dari para pesaing seperti BYD, Volkswagen, dan BMW.

0 Komentar