Pernyataan Trump Perburuk Situasi Kawasan, Peringatan Keras Iran: Tak Ada Pilihan Lain

Ilustrasi: Iran Amerika Serikat
Ilustrasi: Iran Amerika Serikat
0 Komentar

“Mereka mengancam akan melakukan kekacauan. Jika itu terjadi, mereka pasti akan menerima balasan yang kuat,” tegas Khamenei.

Sementara ketegangan meningkat, ada indikasi bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Bulan lalu, Trump mengirimkan surat kepada Khamenei untuk meminta negosiasi nuklir dan memperingatkan kemungkinan tindakan militer.

Iran mengonfirmasi bahwa surat tersebut telah dibalas melalui Oman, meskipun mereka menegaskan bahwa negosiasi langsung tidak akan terjadi selama masih berada di bawah tekanan sanksi.

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

Kementerian Luar Negeri Iran juga telah memanggil kuasa usaha kedutaan Swiss, yang mewakili kepentingan AS di Teheran, sebagai bentuk protes terhadap ancaman Trump. Ini menandakan bahwa meskipun eskalasi terus terjadi, masih ada upaya diplomatik yang dilakukan di balik layar.

Ketegangan antara AS dan Iran telah memicu berbagai reaksi dari pengamat internasional. Trita Parsi, Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft, mengatakan kepada Newsweek bahwa situasi ini bisa menjadi makin berbahaya jika kedua pihak tidak mengadopsi pendekatan yang lebih realistis dalam negosiasi.

“Perang kata-kata antara Washington dan Teheran semakin memanas, dengan Trump mengancam pemboman skala penuh dan Teheran memperingatkan balasan cepat. Kedua pihak sebenarnya tidak menginginkan perang, dan tampaknya mereka melihat ini sebagai bagian dari strategi negosiasi. Namun, tanpa sikap yang lebih fleksibel dan tanpa mengesampingkan pendekatan maksimalis, retorika yang meningkat ini bisa menjebak mereka dalam perang yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak,” ujar Parsi.

0 Komentar