KOREM 063/Sunan Gunung Jati berpartisipasi dalam penggalangan bantuan kemanusiaan ke Myanmar, bertempat di aula Makorem 063/SGJ.
“Kegiatan penggalangan bantuan ini juga di selenggarakan oleh satuan jajaran Korem 063 SGJ, bersama swasta dan masyarakat,” ucap Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, Rabu (2/4).
Bantuan kemanusian ini merupakan misi tanggap darurat di wilayah terdampak bencana, kejadian gempa dahsyat tersebut telah menewaskan ribuan orang dan kerusakan yang luas
Baca Juga:Inisiatif Putra Presiden Prabowo Temui Megawati dan Jokowi Tedukan Dinamika Politik, Waketum PAN: Momen TepatJumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way Kanan
“Donasi yang terkumpul langsung diserahakan ke Mabes TNI, melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Bantuan kemanusiaan yang diserahkan berupa dana, kassur lipat, makanan, minuman dan obat obatan yang sangat di perlukan oleh korban gempa bumi di Myanmar,” terangnya.
Myanmar merupakan salah satu anggota negara ASEAN, misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan kepada negara-negara yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran tni dalam operasi non-militer di tingkat global.
Sebagaimana diketahui, gempa Myanmar, tepatnya di Mandalay, Jum’at (28/3). Peristiwa ini merupakan gempa kembar yang terjadi di daratan, mengakibatkan kerusakan tidak hanya di Myanmar tetapi juga wilayah Thailand.
Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 skala richter mencapai lebih dari 2.800 jiwa. Militer Myanmar mengatakan 2.886 orang meninggal dunia, 4.639 orang luka-luka, dan 373 orang masih belum diketahui keberadaannya akibat gempa tersebut. Militer memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat.
Seorang wanita berusia 63 tahun dilaporkan berhasil diselamatkan pada Selasa (1/4) di ibu kota Myanmar, Naypyitaw, setelah terjebak di bawah reruntuhan selama lebih dari 90 jam.
Operasi penyelamatan berjalan lambat karena gempa berdampak terhadap wilayah yang luas dan menghancurkan banyak rumah.
Gempa tersebut juga meruntuhkan gedung tinggi yang tengah dibangun di Bangkok, Thailand, negara tetangga Myanmar.
Baca Juga:Tom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan KemenperinPasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2
Otoritas setempat mengatakan sedikitnya 15 orang tewas dan tidak dapat menghubungi lebih dari 70 orang yang hilang. Pihak otoritas mengumumkan bahwa beberapa batang baja tulangan beton yang digunakan untuk bangunan itu tidak memenuhi standar.
Pemerintah Thailand membentuk tim untuk menyelidiki penyebab keruntuhan tersebut. Tim itu meminta Jepang, yang memiliki keahlian dalam tindakan mitigasi, untuk mengirimkan para ahli.