Kuburan Massal Tenaga Medis Ditemukan di Gaza, Krisis Kemanusiaan Konflik Berkelanjutan

Mobil ambulans yang turut dikubur pasukan Israel. (Foto: Jonathan Whittall)
Mobil ambulans yang turut dikubur pasukan Israel. (Foto: Jonathan Whittall)
0 Komentar

Suara tembakan terdengar dan mereka melarikan diri. Seorang tersandung, tampaknya terluka, sebelum ditembak dan jatuh tertelungkup ke tanah. PBB mengatakan bahwa tim tersebut mengambil mayat wanita tersebut dan pergi.

Baru sepekan kemudian, tim PBB dapat mencapai lokasi setelah militer Israel menginformasikan di mana mereka menguburkan mayat-mayat tersebut, di daerah tandus di tepi Tel al-Sultan.

Rekaman yang dirilis oleh PBB menunjukkan para pekerja dari PRCS dan Pertahanan Sipil, mengenakan masker dan rompi oranye terang, menggali bukit-bukit tanah yang tampaknya telah ditimbun oleh buldoser Israel.

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

Rekaman menunjukkan mereka menggali beberapa mayat yang mengenakan rompi darurat berwarna oranye. Beberapa mayat ditemukan bertumpuk satu sama lain.

Pada satu titik, mereka mengeluarkan sebuah mayat dengan rompi Pertahanan Sipil dari dalam tanah, dan ternyata mayat tersebut adalah tubuh tanpa kaki. Beberapa ambulans dan sebuah kendaraan PBB, semuanya rusak berat atau terkoyak, juga terkubur di dalam tanah.

Jonathan Whittall, dari kantor kemanusiaan PBB, OCHA, yang berbicara di lokasi dalam video tersebut menyatakan, “Mayat-mayat mereka dikumpulkan dan dikuburkan di kuburan massal ini. Kami menggali mereka dengan seragam mereka, dengan sarung tangan. Mereka berada di sini untuk menyelamatkan nyawa.”

Pemakaman dan Duka Mendalam

Kerumunan besar berkumpul pada Senin, 24 Maret di luar kamar mayat Rumah Sakit Nasser di kota selatan Khan Younis, saat jenazah delapan pekerja PRCS yang terbunuh dibawa keluar untuk dimakamkan.

Jenazah mereka dibaringkan di atas tandu yang dibungkus dengan kain putih dengan logo Bulan Sabit Merah dan foto-foto mereka, sementara keluarga dan orang lain mengadakan doa pemakaman. Pemakaman untuk tujuh orang lainnya menyusul.

Peristiwa ini semakin menambah daftar panjang petugas medis dan kemanusiaan yang tewas dalam konflik Gaza. Pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 30 petugas medis Bulan Sabit Merah selama perang berlangsung.

Di antaranya, dua petugas terbunuh pada Februari 2024 ketika mereka mencoba menyelamatkan Hind Rajab, seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang terbunuh bersama enam kerabatnya. Mereka terjebak di dalam mobil di bawah tembakan ratusan peluru Israel di Gaza utara.

0 Komentar