Mahfud meyakini Lebaran jadi tradisi Islam-Indonesia yang sangat indah dan tidak ada di negara-negara lain. Tradisi itu mungkin sudah tersebar sampai ke bangsa-bangsa Melayu seperti Malaysia, Brunei Darussalam yang memiliki tradisi serupa tentu berasal dari dakwah sunan-sunan yang sama zaman dulu.
Bagi Mahfud, tahun ini jadi Lebaran pertama kali yang dilewati tanpa ibunda yang baru wafat dua bulan lalu. Biasanya, Mahfud mengenang mereka akan berkumpul di rumah ibundanya setidaknya sejak dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri, lalu masing-masing anak maupun cucu akan diladeni langsung oleh ibunda.
Usai ibunda wafat, Mahfud sebagai anak tertua harus menjadi orang yang mengambil inisiatif menyatukan keluarga. Karenanya, nantinya pada Hari Raya Idul Fitri dirinya akan berada di Pamekasan guna melaksanakan tradisi Lebaran seperti yang biasanya dilakukan keluarga besarnya semasa orang tuanya masih ada.
Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin
“Saya menghayati Lebaran itu menyatukan keluarga yang mungkin berjauhan, lalu bertemu, dan kemudian sekarang saya akan memulai dengan tidak ada ibu lagi, tidak ada orang tua, tapi insya Allah kita lakukan,” ujar Mahfud.