BNPB Minta Masyarakat Waspada Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem Usai Lebaran

Peristiwa banjir melanda Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2025). (Dok. BPBD Kab. Kebumen)
Peristiwa banjir melanda Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (29/3/2025). (Dok. BPBD Kab. Kebumen)
0 Komentar

Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Jumat (27/3) sejak pukul 12.30 WIB hingga 24.00 WIB menyebabkan banjir di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Delapan kecamatan dengan total 17 desa dan 4 kelurahan terdampak akibat luapan air dan rusaknya beberapa tanggul.

Banjir melanda Kecamatan Kebumen (Desa Sumberadi, Jatisari, Roworejo, Tanahsari, Kel. Kebumen), Kecamatan Sruweng (Desa Karangjambu, Tanggeran, Kejawang), Kecamatan Karanganyar (Kelurahan Plarangan, Kelurahan Panjatan, Desa Candi, Desa Karangkemiri), Kecamatan Alian (Desa Seliling, Krakal, Bojongsari, Surotrunan, Kambangsari), Kecamatan Adimulyo (Desa Arjosari), Kecamatan Padureso (Desa Merden), Kecamatan Rowokele (Desa Pringtutul), serta Kecamatan Gombong (Kelurahan Gombong).

Sebanyak 1.762 Kepala Keluarga (KK) atau 5.826 jiwa terdampak akibat bencana ini, dengan 171 KK atau 244 jiwa harus mengungsi ke Gedung Serbaguna Desa Arjosari serta rumah saudara di Kelurahan Panjatan. Kerugian materiil meliputi 1.762 unit rumah terdampak, 6 tanggul jebol, serta tinggi muka air (TMA) berkisar antara 30 hingga 100 cm.

Bima, NTB

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (29/3) pukul 15.32 WITA hingga 17.00 WITA menyebabkan banjir di Kabupaten Bima, NTB.

Banjir melanda Kecamatan Monta (Desa Simpasai), Kecamatan Woha (Desa Pandai), dan Kecamatan Lambu (Desa Rato, Desa Kaleo, dan Desa Montabaru). Sebanyak 650 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan rincian terbanyak di Desa Sumi yang mencapai 394 KK. Selain itu, 650 unit rumah terdampak, serta beberapa akses jalan provinsi dan nasional juga mengalami gangguan.

Pada Minggu (30/3) banjir di Desa Simpasai dan Desa Pandai mulai surut dengan tinggi muka air (TMA) sekitar 20–50 cm. Di Desa Rato dan Desa Sumi, air sudah sepenuhnya surut, dan warga melakukan pembersihan tanpa perlu mengungsi. Hal serupa terjadi di Desa Kaleo dan Desa Monta Baru, warga kini berupaya menyelamatkan sisa panen bawang.

Pasca-banjir, pemerintah setempat mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi. Upaya pemulihan terus dilakukan agar kondisi segera kembali normal.

0 Komentar