TERUNGKAP rencana zionis untuk memindahkan 100 warga Palestina dari jalur Gaza ke Indonesia mendapat kecaman keras.
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan, Indonesia harus menolak dengan tegas rencana netanyahu untuk melakukan uji coba pemindahan seratus warga Gaza ke Indonesia.
“Atas alasan apa Netanyahu akan memindahkan mereka? Tidak ada kesalahan yang dibuat oleh rakyat Gaza. Rakyat Gaza melakukan perlawanan karena tanah dan hak-hak mereka dirampas oleh israel. lalu atas alasan apa mereka yang harus dipindahkan?”tegas tokoh senior yang akrab disapa Buya Anwar tersebut melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/3).
Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin
Buya Anwar menegaskan, jika dalih yang dikatakan adalah alasan perikemanusiaan dan perikeadilan, maka merupakan kesalahan besar.
Menurut Buya Anwar, pihak yang melanggar dalam genosida di Gaza adalah Israel mengingat mereka telah mencaplok dan menjajah tanah rakyat Palestina.
Oleh karena itu, Buya Anwar menjelaskan, demi kebaikan rakyat Gaza dan Palestina, apa yang semestinya dilakukan adalah Israel harus keluar tanpa syarat dari wilayah Palestina.
“Tidak boleh barang sejengkalpun tanah rakyat palestina mereka duduki. Ini penting dilakukan agar rakyat Palestina termasuk rakyat Gaza tentunya dapat hidup dengan tenang di tanah air dan di tanah tumpah darah mereka,”ujar dia.
Media Israel sebelumnya melaporkan bahwa kelompok pertama yang terdiri dari 100 warga Palestina di jalur Gaza sedang bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke Indonesia sebagai bagian dari program percontohan untuk mendorong emigrasi sukarela warga Palestina dari Jalur Gaza.
The Times of Israel mengutip Channel 12 News yang mengatakan bahwa program percontohan ini akan dijalankan oleh Mayor Jenderal Ghassan Alian yang mengepalai Kantor Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Otoritas Palestina (COGAT), sebuah badan di bawah Kementerian Pertahanan.
Dia menambahkan bahwa warga Palestina akan dipekerjakan sebagian besar dalam pekerjaan konstruksi. Menurut surat kabar tersebut, dikutip dari Aljazeera, Rabu (27/3/2025) Israel berharap jika program percontohan ini berhasil, ribuan warga Gaza akan terdorong untuk secara sukarela pindah ke Indonesia untuk bekerja dan mempertimbangkan untuk menetap secara permanen, yang membutuhkan persetujuan Jakarta, demikian menurut Channel 12.