Isu Ijazah Jokowi, Kagama Cirebon Sebut Bakal Ada Pengadilan Rakyat

Alumni Fisipol UGM, Heru Subagia
Alumni Fisipol UGM, Heru Subagia
0 Komentar

PRESIDEN ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menilai kembali merebaknya isu ijazah palsunya sebagai sebuah fitnah murahan.

“Ya itu fitnah murahan yang diulang-ulang terus,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Kamis (27/3/2025) siang.

Menanggapi jawaban presiden ke-7 Joko Widodo ini, Ketua Kagama Cirebon Heru Subagia menyampaikan Jokowi tetap saja tidak memberikan respons positif proses perdamaian abadi polemik ijazah yang dimilikinya.

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

“Jokowi masih berkeyakinan dan tidak ada rasa was-was sedikitpun jika ijazah yang diperolehnya di Fakultas Kehutanan angkatan 1980 dan lulus 1985 asli,” ungkap alumni UGM 1996 ini, Jumat (28/3).

Menurutnya, Jokowi dengan mimik bicara bernada perlente terkesan menantang publik marah dan gaduh kian liar dan memanas. Jokowi yakin menyanggah bahwa sudah banyak bukti yang memvalidasi keabsahan ijazahnya.

Heru menambahkan, apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman Jokowi seangkatannya dan klarifikasi dari UGM tidak serta merta membuat polemik ijazah Jokowi kian menuju titik penyelesaian dan perdamaian tercapai.

Sebaliknya, katanya, sejumlah alumni seperti Rismon, Dr. Tita dan tokoh masyarakat lain menyatakan akan melanjutkan proses banding atas klarifikasi dari pihak UGM dan kesaksiannya dari teman-teman Jokowi.

Heru menekankan pernyataan Jokowi yang menyatakan tuduhan ijazah palsu adalah fitnah murahan yang diulang-ulang, dinilai lebih pada pembelaan dan provokasi dari sekedar sinyal kesediaannya untuk respons positif menuju Perdamaian Abadi.

“Jokowi justru memberikan kesempatan kembali pihak-pihak yang berupaya membuktikan ijazah yang dimiliki dengan mempersiapkan bagi mereka yang tidak bosan mengungkapkan fakta atau bukti jika ijazah Jokowi palsu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Heru menyatakan jika Jokowi tetap menolak untuk membuat keputusan pribadi untuk datang ke UGM atau menunjukkan sukarela ijazah aslinya ke UGM atau langsung ekspos ke publik. Hal ini, menegaskan kembali bahwa Jokowi menolak dirinya disuruh membuktikan ijazah tersebut.

Baca Juga:Pasang Boks Tambahan Tampung Barang Bawaan Saat Mudik Lebaran, Tips Bagi Pengendara R2Mengenal Plengkung Gading yang Mulai Sistem Satu Arah, Mitos: Ilmu Hitam Seseorang Hilang Saat Melewatinya

Ia memberikan kesimpulan, adanya pernyataan sikap tegas dan jelas Jokowi menolak Proposal Perdamaian Abadi yang pernah diusulkan secara terbuka dan ditujukan ke pihak UGM, alumni berikut Jokowi sendiri. Jokowi tidak merespons sedikit pun apa yang menjadi niat baik dan juga kebutuhan bersama agar polemik ijazah yang dimilikinya segera dituntaskan dan dibersihkan atau juga dibuktikan keasliannya.

0 Komentar