Kasus Penembakan 3 Polisi Saat Gerebek Judi Sabung Ayam Way Kanan Bukan Masalah Antar Institusi

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika (kiri) melakukan salam komando bersama Wakil sementara Danpuspomad May
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika (kiri) melakukan salam komando bersama Wakil sementara Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana (tengah), Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah usai rilis hasil investigasi kasus penembakan tiga anggota Polri di Polda Lampung, Lampung, Selasa (25/3/2025). Wakil sementara Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana dalam keterangannya menyatakan dua oknum TNI yaitu Kopda B ditetapkan menjadi tersangka penembakan terhadap tiga polisi di Way Kanan, dan Peltu YHL tersangka perjuadian sabung ayam. (FOTO : ANTARA FOTO/Ardiansyah)
0 Komentar

KAPOLDA Lampung Irjen Pol Helmy Santika, menekankan bahwa persoalan penembakan tiga anggota Polri oleh dua personel TNI AD di Kabupaten Way Kanan bukanlah masalah antar institusi.

“Perlu kami tegaskan, ini permasalahan oknum tertentu yang ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” kata Kapolda Lampung saat jumpa pers di Mapolda Lampung, Selasa (25/3), demikian dikutip Antara.

Dia mengatakan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari, tentunya Polri khususnya jajaran Polda Lampung akan terus berkomitmen melakukan langkah-langkah antisipasi dan pengawasan yang efektif.

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

“Penguatan pengawasan kepada anggota agar mereka tidak membekingi kegiatan ilegal ini sangat perlu. Pengawasan dari pimpinan institusi, akan diperkuat,” kata dia.

Helmy mengatakan bahwa pimpinan harus memiliki pemahaman lebih mendalam terhadap kondisi anak buahnya, baik terkait masalah pribadi, ekonomi, maupun pekerjaan.

“Jadi hubungan antara atasan dan bawahan ini harus terjalin dengan baik. Kemudian kami juga selalu memberikan pesan-pesan agar selalu menjaga nama baik dan marwah institusi, keluarga dan lain sebagainya dengan tidak melakukan kegiatan yang memang itu jelas melanggar hukum,” kata dia.

Sementara itu, Danrem 043/Garuda Hitam (Gatam) Lampung Brigjen TNI Rikas Hidayatullah meminta kepada seluruh prajuritnya menghentikan segera kegiatan ilegal atau tidak sesuai hukum.

“Hari pertama kejadian di Way Kanan, saya mengumpulkan 3 ribu prajurit Korem 043/Gatam. Melalui video conference saya minta dan semuanya mendengarkan, hentikan segera kegiatan apapun itu yang ilegal,” kata dia.

Hal ini, menurut Rikas, sesuai dengan surat telegram dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang meminta seluruh prajurit tegak lurus.

“Tapi apa terjadi ini adalah oknum. Sekali lagi ini oknum, kami akan berusaha dan komitmen menjaga kondusivitas di wilayah bersama Polda Lampung,” tandas Rikas.

0 Komentar