Bagaimana Jurnalis The Atlantic Terlibat Obrolan Rahasia Mengenai Serangan Yaman?

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Michael Waltz, kiri, berunding dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Michael Waltz (kiri), berunding dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth selama pertemuan di Ruang Oval pada akhir Februari. (Ludovic Marin/AFP/Getty Images)
0 Komentar

Hillary Clinton, yang sebelumnya menjadi target kritik Trump terkait penggunaan server email pribadi saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, mengunggah artikel dari The Atlantic dengan komentar satir, “Anda pasti bercanda.”

Kebocoran ini datang di tengah serangkaian serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat terhadap pemberontak Houthi di Yaman.

Houthi, yang telah menguasai sebagian besar Yaman lebih dari satu dekade, menjadi bagian dari aliansi pro-Iran yang menentang Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga:Jumlah Setoran Uang Judi Sabung Ayam Diduga Pemicu 3 Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI di Way KananTom Lembong: 100 Persen Semua Izin Impor Diterbitkan Kemendag Ditembuskan Kemenperin

Mereka sering meluncurkan serangan terhadap kapal-kapal yang lewat di Laut Merah dan Teluk Aden, dengan mengklaim bahwa ini adalah bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Serangan-serangan ini telah melumpuhkan jalur pengiriman utama yang menghubungkan Asia dengan Eropa, dan mengganggu sekitar 12 persen lalu lintas perdagangan dunia.

Pemerintah AS, di bawah Presiden Joe Biden sebelumnya, telah menargetkan Houthi sebagai bagian dari respons terhadap ancaman ini, sementara Trump menyatakan tekad untuk menggunakan kekuatan mematikan dalam menghadapi kelompok tersebut.

Sebagai tambahan, Trump berkomentar bahwa jika AS berhasil memulihkan kebebasan navigasi dengan biaya yang besar, perlu ada keuntungan ekonomi lebih lanjut yang diambil sebagai imbalannya, suatu pandangan yang mencerminkan ketegangan antara kepentingan strategis dan ekonomi dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Yaman.

Insiden kebocoran ini menyoroti kerentanannya dalam komunikasi internal pemerintahan yang memiliki akses informasi sensitif, yang jika jatuh ke tangan yang salah, dapat memengaruhi kebijakan luar negeri AS dan hubungan diplomatik internasional.

0 Komentar