TREN Grup Band Sukatani dengan lagunya berjudul “Bayar Bayar Bayar” diikuti dengan viral juga kombinasi angka “1312”.
Ada makna tersembunyi dan kaitan kombinasi angka “1312” dengan lagu “Bayar Bayar Bayar” milik Band Sukatani.
Bank Sukatani membuat video permintaan maaf yang ditujukan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena lagu “Bayar Bayar Bayar” yang mereka ciptakan dan nyanyikan ditengarai menyindir instansi Kepolisian.
Baca Juga:Di Balik Tradisi Angpao di Tahun Baru ImlekKasus yang Bikin AKBP Bintoro Terseret Dugaan Pemerasan Nilai Miliaran Rupiah Terhadap Tersangka Pembunuhan
Grup Band Sukatani memberikan penjelasan jika sebenarnya lagu tersebut ditujukan pada para oknum Polisi, bukan untuk semua Polisi. Namun, mereka memilih untuk menarik lagu “Bayar Bayar Bayar” dari semua platform musik.
Arti 1312 dalam Kasus Band Sukatani dan Lagu Bayar Bayar Bayar
Menanggapi video permintaan maaf tersebut, banyak penggemar Band Sukatani yang meninggalkan komentar di akun Instagram mereka, @sukatani.band. Uniknya, kebanyakan mereka menyematkan kombinasi angka “1312” juga di komentar mereka.
“1312! STAY TRUE SUKATANI,” tulis akun @phopira.
“Tetap semangat. Sukatani Selamanya! 1312,” dukung akun @rickysiahaan.
Lantas apa arti 1312 sebenarnya? 1312 adalah sebuah kombinasi angka yang merujuk pada ACAB.
1: A3: C1: A2: B
ACAB sendiri adalah sebuah akronim dari “All Cops Are Bastards” yang berarti “Semua Polisi adalah Bajingan”. Istilah ini digunakan masyarakat untuk menunjukkan kekecewaan pada oknum Kepolisian. 1312 dan ACAB dipandang cocok dengan lirik lagu “Bayar Bayar Bayar” yang menyoroti perilaku oknum Polisi yang mencoba untuk menyelesaikan segala hal dengan uang.
Penggunaan ACAB memang sudah dilarang di seluruh dunia. Jadi, “1312” secara langsung mewakili “ACAB” namun lebih halus, khususnya pada situasi yang lebih sensitif.
Sebelum kasus Lagu “Bayar Bayar Bayar” milik Band Sukatani mencuat, sudah ada dua insiden yang dianggap menghalangi kebebasan berkreasi rakyat. Insiden itu adalah
- Diberedelnya karya seniman Yos Suprapto. Beberapa lukisan Yos Suprapto dilarang dipajang dalam pameran lukisan tunggal dengan bertema “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan” pada Desember 2024 kemarin.
- Penggembokan Pertunjukan Kelompok Teater Payung Hitam. Pertunjukan Kelompok Teater Payung Hitam yang berjudul “Wawancara dengan Mulyono” sedianya akan digelar pada 15 dan 16 Februari 2026 di Studio Teater Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Namun pertunjukan tersebut batal digelar karena ruangannya digembok.