Baik Indonesia maupun Turki sedang memasuki era strategi “multi-alignment” untuk mengatasi ketidakpastian seiring dengan terus berlanjutnya ketegangan geopolitik dan geoekonomi antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang mempengaruhi politik global.
Hubungan baik antara Indonesia dan Turki mungkin juga berakar pada tingkat domestik. Indonesia dan Turki memiliki kesamaan dalam program sosial di tingkat domestik.
Turki telah menerapkan program untuk menyediakan makanan gratis bagi semua anak di pendidikan prasekolah secara nasional mulai tahun 2023, menandai langkah signifikan menuju program makan siang gratis yang lebih luas di sekolah.
Baca Juga:Di Balik Tradisi Angpao di Tahun Baru ImlekKasus yang Bikin AKBP Bintoro Terseret Dugaan Pemerasan Nilai Miliaran Rupiah Terhadap Tersangka Pembunuhan
Awal tahun ini, pada bulan Januari 2025, Indonesia juga memulai program makanan bergizi gratis serupa secara nasional dengan target ambisius untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, anak-anak sekolah dan wanita hamil, dalam waktu lima tahun.
Kedua negara dapat berkolaborasi dengan berbagi pengalaman dan praktik terbaik untuk meningkatkan implementasi program-program tersebut, yang pada akhirnya meningkatkan hasil gizi dan akses pendidikan bagi generasi mendatang di kedua negara.
Kunjungan Erdogan ke Jakarta
Kunjungan penting Presiden Erdogan ke Jakarta pada 11-12 Februari menyoroti kesamaan kepentingan antara Turki dan Indonesia untuk memulai hubungan strategis.
Ini menandai 75 tahun diplomasi dan memperbarui komitmen untuk menjalin hubungan produktif di tahun-tahun mendatang.
Di Jakarta, Erdogan dan Subianto mengadakan pertemuan pertama Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi (High-Level Strategic Cooperation Council/HLSC) setelah launching di Bali pada bulan November 2022.
HLSC adalah mekanisme pertemuan bilateral tingkat tertinggi yang dipimpin oleh para pemimpin tertinggi kedua negara, yang merupakan bukti betapa pentingnya hubungan strategis antara kedua negara.
Dalam pertemuan HLSC, Erdogan dan Subianto sepakat bahwa Turki dan Indonesia memiliki kepentingan bersama yang dapat dicapai di tingkat regional dan multilateral.
Baca Juga:Menteri ATR/BPN Benarkan Pagar Laut Sepanjang 30,16KM di Perairan Tangerang Punya HGB dan SHM, Ini JelasnyaPemerintah Kabupaten Cirebon Tangani Banjir Bandang, Begini Langkah Strategis BBWS Cimancis
Kedua presiden sepakat bahwa ada banyak peluang untuk meningkatkan hubungan perdagangan. Kerja sama dengan Turki di bidang industri pertahanan dipandang perlu bagi Indonesia karena Turki telah mengalami kemajuan yang signifikan di bidang ini. Misalnya, kedua presiden sepakat untuk mengembangkan usaha patungan untuk memproduksi drone.