Fenomena Kodokushi ‘Mati Kesepian’ di Jepang Memprihatinkan

Potret seorang lansia di Jepang. (Foto: Bloomberg)
Potret seorang lansia di Jepang. (Foto: Bloomberg)
0 Komentar

Di kawasan Tokiwadaira, kompleks perumahan dekat Tokyo, sekitar 54 persen penghuninya diperkirakan berusia di atas 64 tahun, dan 1.000 dari 7.000 penghuni hidup sendiri, menurut laporan The Guardian.

Fenomena kodokushi akhirnya mendorong penduduk setempat untuk bertindak. Warga mendirikan hotline agar dapat melaporkan kepada pihak berwenang jika menduga ada lansia yang telah wafat sendirian di dalam apartemen mereka.

Sejak tahun 2004, kawasan ini sudah mengkampanyekan “nol kodokushi” dan menjadi percontohan bagi kawasan perumahan lain yang sebagian besar dihuni oleh para lansia.

Baca Juga:Menteri ATR/BPN Benarkan Pagar Laut Sepanjang 30,16KM di Perairan Tangerang Punya HGB dan SHM, Ini JelasnyaPemerintah Kabupaten Cirebon Tangani Banjir Bandang, Begini Langkah Strategis BBWS Cimancis

Tahun ini, kompleks tersebut memperkenalkan kampanye “ikatan sosial” (kizuna), menggunakan perangkat pemantau yang dilengkapi sensor untuk memastikan penghuni di dalam apartemen masih bergerak.

Ada pula semacam patroli yang dilakukan oleh para sukarelawan, yang akan mengecek rumah-rumah, memperhatikan jika ada tanda-tanda sang penghuni kemungkinan telah meninggal sendirian.

Tanda-tanda tersebut misalnya saja: tumpukan cucian kotor yang dibiarkan di balkon berhari-hari setelah kering, tirai yang selalu tertutup meskipun di siang hari, surat dan koran yang tidak diambil, serta lampu yang menyala sepanjang hari.

Kampanye semacam ini belum dapat menangkal fenomena kodokushi sepenuhnya, akan tetapi dinilai efektif agar jenazah tidak terbujur kaku selama berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, di dalam rumah tanpa ada seorang tetangga pun yang menyadarinya.

Selain itu, seniman setempat juga melukis ruang-ruang publik yang mengkampanyekan agar warga keluar rumah dan berinteraksi dengan tetangga mereka.

Selain itu, sesederhana berjalan kaki secara rutin di sekitar rumah dapat mengurangi kemungkinan isolasi sosial dan meninggal dalam kesendirian.

0 Komentar