Setiap Garebeg Mulud Dal, Sultan dipastikan hadir langsung di Masjid Besar dan di tengah publik, lengkap dengan pranata keraton. Sultan akan menendang tumpukan batu-bata yang ditempatkan di pintu terbuka sebagai simbol bahwa rakyat telah meninggalkan tradisi tanpa agama. (*)
Keraton Yogyakarta Hadiningrat Tiadakan Prosesi Budaya Tradisi Garebeg Mulud Tahun Jumakir

